Setahun Tanpa Sentuhanmu
"Sudah ganteng kali, Dik. Kenapa masih lihatin cermin terus. Ayo cepetan turun. Semua orang sudah nunggu. Tinggal mempelainya saja yang belum selesai."
Hirawan menoleh, jantungnya mulai bertalu-talu. Semakin mendekati jam keberangkatan semakin gugup melanda. "Bentar lagi, Ma. Adik grogi banget, nih?" katanya.
Risma tersenyum. "Butuh waktu berapa lama lagi, Dik. Kamu yang minta nikah cepet, giliran dipercepat malah grogi. Gimana, sih?"