Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Terbaring di atas tempat tidur khusus dengan peralatan pendukung hidup terpasang di bawah ranjang. Sesungguhnya Lela lah yang menjadi alasan Hamba Allah memilih Bodeg. Sebab adiknya memiliki satu kemampuan khusus. Kemampuan yang hanya dimiliki segelintir orang. Orang-orang pilihan alam semesta dengan rangkaian kode DNA istimewa. Kemampuan yang dapat membuka rahasia Stadion GBK. Bodeg mengeluarkan sebuah perkamen kosong seukuran A5 dari tas. Artefak dari Hamba Allah.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

Luna membeliak. “Sepuluh bikini? Apa tidak berlebihan?” batin Luna. “Kita akan segera menikah dan saat itu juga kita butuh honeymoon, entah kenapa aku juga ingin mencoba melakukannya di kolam renang. Bagaimana menurutmu?” sean berkedip nakal. Luna hanya mendesah tanpa daya dan mengambil salah satu dari kesepuluh bikini itu. “Aku akan segera kembali.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

Rade duduk di meja kerjanya, sementara Rafly langsung masuk ke ruangannya. Saat Rade hendak menyalakan komputer, tiba-tiba Aden duduk di sampingnya. “Eh, Nona RM Saiyo Sakato. Kamu gak malu ya jalan sama suami orang,” ucap Aden sinis. “Eh, kamu mulutnya bisa dijaga gak? Lagian siapa itu RM Saiyo Sakato,” Rade terdengar marah. “Ya kamu lah, kan yang namanya Seiya Sekata cuma kamu di kantor ini.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
KAMASEAN

KAMASEAN

Battrice masih melirik Frans yang tampak membuang tatapan ke balik jendela. Raut wajah lelaki itu masih kusut. Battrice dapat menerka, Frans pasti tengah memikirkan Sean. Battrice pun tersenyum, setelah bertahun-tahun mencoba merebut hati Frans dan selalu terhalang oleh perempuan bernama Kamasean itu, kini Battrice justru muncul sebagai pemenang mutlak.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Pelakor Sebaya

Pelakor Sebaya

Dave tak segan memeluk dan bahkan melendot manja di bahu lelaki yang baru saja datang. Dave dan lelaki itu tampak akrab. Mereka berbincang santai dengan sesekali diselingi tawa. Dave lantas menunjukkan ponselnya. Entah apa yang dia tunjukkan hingga membuat rekan tampannya ikut senang. Dia bahkan memeluk dan ... ya, dia mencium puncak kepala Dave.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Jebakan Salon

Jebakan Salon

Pria tampan yang tampak sopan itu tidak menyadari rasa malu aku, dia berkata dengan serius, “Kak Alana, saya Ken, silakan berbaring di sini, saya akan mencuci wajah Anda.” Aku hanya mengangguk dengan kikuk, sementara jari-jari panjang dan lembut Ken bergerak lembut di wajahku, rasanya sangat nyaman, aku menutup mata menikmati sensasinya. Entah apakah karena pijatannya yang terlalu nyaman, atau karena aku baru saja terbang dari Liberia dan belum cukup istirahat, tiba-tiba aku merasa kelopak mataku begitu berat, seolah-olah melayang, seperti di awan.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

“Kakak” “Kakak” “KAKAK” panggil Leo untuk ketiga kalinya sembari menggoyangkan lengan Dania. “Iya kenapa?” “Leo mau serang Dinosaurusnya, kakak kok malah bengong sih?” protes anak itu. Dania menggaruk kepalanya, “Ah... Iya, maaf maaf hehe.” jawabnya cengengesan. Bibir Leo mengerucut, menampakkan ekspresi cemberut karena kakaknya yang sedari tadi bengong sambil menggoyangkan mainan dinosaurus yang dipegangnya dengan asal.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status