Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AMORAGA

AMORAGA

"Jahe? Jeha maksud lo?" "Ck. Iya siapa, kek, namanya. Pokoknya panggilin!" Bau asap rokok memenuhi indera penciumannya. Berbeda dengan markas Baskara yang bersih dan nyaman. Markas Oscar terlihat berantakan. Banyak asap rokok, dan botol-botol minuman keras berserakan. Urakan sekali. Cowok itu memerhatikan Amora dari atas sampai bawah, kemudian berteriak, "Jeha, ada yang nyariin lo! Cewek cantik, nih!"
109.2K viewsOngoingAdded to Library 357 Times as lope sekebon
Read
+Library
Jebakan Lembut

Jebakan Lembut

Saat hamil 28 minggu, aku baru mengetahui bahwa suamiku, Reno Dewangga, menikahi aku hanya untuk menggantikan pujaan hatinya menanggung sakitnya melahirkan. Di balik sikapnya yang lembut dan penuh perhatian, tersembunyi tipu daya yang dirancang dengan cermat. Ketika aku memutuskan untuk bercerai dan pindah ke luar negeri, pujaan hatinya menyebabkan aku keguguran. Setelah kehilangan anakku, aku pergi jauh ke negeri asing, tapi Reno justru mulai mengejarku tanpa henti. Dia berlutut di atas salju memohon maaf, tanpa menyadari bahwa aku telah menyiapkan jebakan yang tak terelakkan. Kali ini, aku akan membuat dia dan pujaan hatinya membayar harga yang setimpal, serta menuntut keadilan untuk ana
675 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as lope sekebon
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Kini ia menghadap depan mantap. Tangannya kemudian meraih tanganku, lalu melingkarkannya di tubuh kekarnya. "Berpegangan yang erat, Dek!" serunya saat lanting yang kami tumpangi mencapai aliran air yang mulai deras. Rasa takut dan ngeri kembali menyerang saat joki meliak-liukan lanting menghindari batu-batu besar yang ada di sungai.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as lope sekebon
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

ucap keduanya sambil masih berlutut. Sukma Geni muncul di puncak Gunung yang masih memuntahkan lahar panas. Kedua matanya menatap kearah satu tempat yang tidak terkena lelehan lahar tersebut. Sebuah cegukan yang berhasil selamat dari letusan. Namun tidak mungkin bertahan lama karena bisa saja tempat itu longsor. Dengan cepat Ratu Jagat itu melesat kearah cegukan batu yang ternyata sedikit dalam dan terdapat sebuah goa kecil disana.
8.962.9K viewsOngoingAdded to Library 2.0K Times as lope sekebon
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

Kakinya menggesek genteng terlalu keras—terlalu keras bagi telinga tajam Pek Sian. Gesekan kecil itu sudah cukup bagi Pek Sian untuk melompat keluar melalui jendela dan menerjang atap. “Penguntit!” Terdengar dentuman teredam sebelum salah satu bayangan terlontar ke taman gelap. Itu adalah tubuh Pek Sian sendiri. “Siapa kau?” Pek Sian memandang ke puncak pondok yang masih menjadi tempat berdiri Long Wei. Perlahan dia mengeluarkan senjatanya yaitu sebuah pedang.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as lope sekebon
Read
+Library
Pesona Om Bule

Pesona Om Bule

Aku baru sempat menyalakan ponsel sejak pagi dan langsung membuka pesan dari Imel. "Miir, gimana hari pertama? Masih OK, kan?" "Gue selalu OK. Lo tenang aja." "Iyalah, namanya juga baru naik ke satu tangga pasti belom kerasa capeknya. Coba kalo udah naik dua puluh tangga, pegel dah, lo." Aku ketawa. Perumpamaan yang sungguh di luar saklar. Setelah membalas pesan dari Imel dengan emot jempol berderet, aku membuka pesan dari Joshua.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as lope sekebon
Read
+Library
Pesona Upik Abu

Pesona Upik Abu

bisik Sri pada kegelapan malam. ​Ada secercah rasa lega karena pria itu sepertinya tak mengenalnya, namun di sudut hatinya yang lain, ada alarm kewaspadaan yang berdering sangat keras. Sri tahu siapa Sagara. Pria itu adalah seorang kalkulator berjalan; dia tidak pernah melakukan sesuatu tanpa perhitungan yang matang. Ketidakpastian ini membuat mental Sri terkuras habis karena ia harus terus menebak-nebak apa yang ada di dalam kepala pria itu.
613 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as lope sekebon
Read
+Library
Kelana

Kelana

Terutama jika itu Arga. Maka itu, pertanyaan Arga beberapa hari sebelumnya ketika mereka membicarakan kehamilan dan niat tulus Arga untuk bertanggung jawab padanya, sesungguhnya cukup meresahkan Lana. Lana menyayangi Arga. Tak perlu dijelaskan pun, orang-orang yang mengenal mereka juga sudah pasti bisa membacanya. Ada gelombang yang berbeda yang tak pernah dirasakan Lana ketika ia bersama laki-laki lainnya sebelum Arga. Gelombang Arga yang bergulung tenang, menghangatkan, menyapa bibir pantai Lana dengan sangat lembut dan tidak mengancam atau ingin melumatnya habis. Berbeda dengan semua laki-laki yang pernah ia kenal, yang gelombangnya selalu membuat Lana merasa hendak dilumat dan dihabisi,
102.5K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as lope sekebon
Read
+Library
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Bab 7 "Kalau gitu aku tunggu di mobil aja, ya?" ucap Kirana karena merasa canggung kalau harus ikut masuk ke villa. Tempat itu terlihat sepi. Di halamannya yang ditumbuhi beberapa pohon pinus, tidak ada tanda-tanda diadakannya pesta barbeque. Padahal hujan sudah berhenti. Kalau ada acara yang diadakan Sandra dengan teman-teman lainnya kan rasanya kurang lengkap tanpa pesta barbeque.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as lope sekebon
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as lope sekebon
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status