Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sebening Senja

Sebening Senja

Tentu saja itu mengalahkan perasaan bagi seorang anak kolong seperti Senja. Perlahan Senja mulai melajukan kembali mobil yang ditumpanginya. Mengikuti alur ring road utara menuju arah perempatan jalan Kaliurang. Lurus menuju jalan Monjali. Lampu merah menyala, ia pun menghentikan lajunya sebelum menuju tujuan utama ke arah gedung Monument Jogja Kembali.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
PESONA LELAKI PLUS-PLUS

PESONA LELAKI PLUS-PLUS

Dia cuma ingat, Arman yang bebaskan dia. Dan sekarang, 2 tahun kemudian, di turunan Puncak yang bau solarnya sama dengan bau ruang tahanan dulu, Arman harus bebaskan Macho lagi. Bukan dari penjara. Dari jurang. Arman injak gas. Pajero 2,5 ton meraung. 60 km/jam. 70 km/jam. Moncongnya yang sudah ringsek bekas muter Cianjur cari Siska, sekarang dipakai buat nabrak.
10869 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Aura sinis bersatu dengan gemuruh dan petir yang saling menyambar membunuh kebaikan di mata Bumyen bagi Zahra. "Lompat!" Suara kecil mengusik gendang telinga Zahra yang hampir terpecah karena sekali lagi Bumyen melemparkan suriken yang menancap ke bahunya. Cring "Lompat!" Bibir Bumyen dan Chan tidak bergerak dan terbuka. Begitu pula para awak kapal yang hanya diam bersembunyi menahan diri dari suriken Bumyen yang tak dapat mereka hindari. Zahra yakin, suara itu begitu asing dan terdengar sangat kecil.
104.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

Nandini mendengus sebal karena ejekan pria itu membuat harga dirinya tersentil, Tama yang melihat ucapannya mempengaruhi Nandini, akhirnya kembali mengejek wanita itu lagi. "Laura juga terbiasa memakai pakaian yang seksi, rendah, dan ketat hingga membuat para pria bernafsu padanya. Bukan sepertimu yang suka memakai pakaian membosankan, panjang, dan tertutup." "Kau pikir kau sempurna? Rolan itu suka naik motor, dia sangat terlihat seksi ketika tubuh tegapnya itu naik motor besar, dia tidak takut wajahnya kusam karena kena debu, tidak sepertimu yang kena panas saja sudah mengeluh seperti banci yang bernyanyi di lampu merah."
1016.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Selìni

Selìni

Kali ini itu suara dari ekor ikan besar yg menggelepar kesakitan lantaran kena sasaran tembak. "Meleset." Mulut si omega perempuan menganga. Double menyebalkan. Mata bulat Eleanor makin melebar kala sadar anak panah yg dilepasnya tadi ternyata menancap sempurna di antara bebatuan, untuk yg ke sekian kalinya. Suara debur air yg pertama tadi ialah karena gerombolan ikan itu terkejut. Gadis itu tambah menganga tak percaya– secara langsung ketidakberuntungan berturut-turut dialami.
979 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Pesona Brondong Hebatku

Pesona Brondong Hebatku

Seketika Geva tersadar akan keindahan pemandangan di balik punggung Axton. Mereka tengah makan di ketinggian 377 kaki. Tentu saja pemandangan indah di luar restoran menjadi lebih terasa karena gemerlap malam di kota mereka. Tak jauh dari gedung resort yang mereka pijak, ada taman bermain yang hanya buka di malam hari. Lampu berwarna mereka menyinari langit gelap di atas resort mereka. “Apa kau ingin keluar?” tanya Axton yang ikut membalikkan punggungnya.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
10100.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Terbaring di atas tempat tidur khusus dengan peralatan pendukung hidup terpasang di bawah ranjang. Sesungguhnya Lela lah yang menjadi alasan Hamba Allah memilih Bodeg. Sebab adiknya memiliki satu kemampuan khusus. Kemampuan yang hanya dimiliki segelintir orang. Orang-orang pilihan alam semesta dengan rangkaian kode DNA istimewa. Kemampuan yang dapat membuka rahasia Stadion GBK. Bodeg mengeluarkan sebuah perkamen kosong seukuran A5 dari tas. Artefak dari Hamba Allah.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

Luna membeliak. “Sepuluh bikini? Apa tidak berlebihan?” batin Luna. “Kita akan segera menikah dan saat itu juga kita butuh honeymoon, entah kenapa aku juga ingin mencoba melakukannya di kolam renang. Bagaimana menurutmu?” sean berkedip nakal. Luna hanya mendesah tanpa daya dan mengambil salah satu dari kesepuluh bikini itu. “Aku akan segera kembali.”
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai lope sekebon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status