LOVE THAT COME ONCE
Terlalu sering bersamanya membuatku sulit berpisah dengannya.
Aku melepas pelukan Yunanda dari tubuhku "ayo bicara di dalam," ajakku.
Kami memasuki rumah dan duduk di sopa yang sama. Ia memelukku lagi, kali ini lebih erat dan aku seperti bisa merasakan apa yang ia rasakan. Raka sangat mencintaiku, aku pun begitu.
"Selamat," ucapku tanpa keterangan lebih jelas.
"Kau marah padaku, kenapa tak membalas pesanku?" tanyanya. Aku tahu Yunanda memahami ucapanku tadi, tapi dia tidak ingin memperpanjangnya, jadi ia mengalihkan pembicaraan.
Hot Chapters