Menikahi Luka
Wajar saja, pernikahan akan diselenggarakan bulan depan, sedangkan bulan depan dia akan mengikuti tes masuk perguruan tinggi.
Karena terlalu lama di kamar mandi, pintu pun digedor-gedor dari luar.
“Hanum, kamu lagi apa, sih? Kok lama?”
“Iya, Bu. Maaf.”
***
Keluar dari kamar, badannya begitu lemas. Semalaman dia tak bisa tidur cepat, matanya baru bisa tertutup setelah azan Subuh berkumandang. Hanum menaiki ranjang kembali, dan kembali meratap. Tiba-tiba ponselnya berdering, notifikasi pesan masuk. Gadis itu membuka isi percakapan yang isinya ....
Hot Chapters