ห้องสมุด
กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
DIPAKSA MENIKAHI PRIA LUMPUH

DIPAKSA MENIKAHI PRIA LUMPUH

DIPAKSA MENIKAHI PRIA LUMPUH Part 64 Sesampainya di kamar, kulihat Zahra sedang asyik menggambar. Ketika kami mendekat, wajahnya seperti tak suka melihat kedatangan kami. "Sepertinya asyik sekali! Zahra sedang menggambar apa?" tanya Mas Rendi sembari duduk di sebelah Zahra. Zahra hanya diam, namun tangannya menunjukkan sebuah gambar yang membuat kami terkejut.
1051.3K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 2.1K ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Misteri Kematian Sang Pelukis

Misteri Kematian Sang Pelukis

Begitu sampai di depan gedung yang menjadi tujuannya, Diara memasukkan kunci ke pintu yang tingginya hampir 3 meter itu, dia mendorong pintu dengan sedikit kekuatan yang tersisa, dia belum memakan sarapannya. “Di!” sebuah teriakan mengagetkannya tepat setelah pintu itu terbuka sempurna. “Pak Napta.” Diara mengatakan nama bosnya dengan tak percaya, laki-laki itu sudah berdiri di sana, di dalam ruangan yang penuh dengan lukisan. Iya, Diara bekerja menjadi sekretaris pribadi Napta Dwi Ludira, pelukis yang mulai naik daun, lukisan dengan gaya surealisnya banyak dinikmati oleh pecinta lukisan. Apalagi Napta selalu menyisipkan sedikit narasi di setiap lukisannya.
1011.6K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 324 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Dalam Genggaman Sang Raja

Dalam Genggaman Sang Raja

kata Daryan lagi. Ucapan Daryan mengingatkan Alisya pada lukisan Fayvel di galeri ibu kota kerajaan Crysozh. Ide-ide yang dia tuangkan di atas kanvas tentang kesetaraan derajat mengusik hati Alisya. Apa yang terjadi dengan Alisya saat itu? Bahkan menurut cerita Selir Neelam, mereka hidup sederhana di pesisir pantai.
1029.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 1.1K ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Cinta ke Dua Pak Direktur

Cinta ke Dua Pak Direktur

Sorot matanya tertuju pada bangunan sederhana bercat krem yang sejak beberapa hari terakhir masuk ke dalam daftar pengamatannya. Sammy Satya Dharma meraih sebuah map tipis. Di dalamnya hanya terdapat beberapa lembar informasi. Jihan Pitaloka; Usia. Riwayat pendidikan. Pekerjaan sebagai penyanyi kafe. Yatim piatu. Diasuh oleh Daniel Wilman sejak bertahun-tahun silam.
102.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 67 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

“Coba aku lihat dulu ya Del” Damar menjelaskan bahwa peta itu tergambar sebuah pantai,bukit dan juga pohon besar yang terletak di tengah hutan. Maka mereka harus mencari tempat dari semua gambar yang ada di peta itu. Dan gambar x terletak pada tengah-tengah pohon besar namun damar belum tau letak sebenarnya pohon itu. Delia lantas menatap sekitar dan mencoba mencari letak tempat yang sesuai dengan gambar di peta. Dengan berjalan mereka mengitari pantai melihat pohon-pohon dan tak ada satupun yang sama. Delia mulai tak yakin apakah peta itu menggambar pantai ini atau pantai lain. “Bagaimana kalau peta ini di buat sudah lama?” Delia mencoba mencocokan setiap gambar pepohonan dan tak satu pun y
106.2K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 148 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Dypta menunjuk perutnya. ”Emangnya mau gambar apa?” “Nanti kamu pasti tahu.” Dypta menggandeng tangan Audry masuk ke studio itu. Mereka disodorkan katalog berisi gambar referensi yang akan dirajah di bagian tubuh Dypta. Mulai dari tribal, abstrak dan high art. Dypta menolak. Ia sudah punya pilihan sendiri dan menuliskannya di secarik kertas.
10171.4K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 5.0K ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Duka Cita

Duka Cita

Kata Cita meninggalkan Arya dan lebih dulu masuk ke mini market. Arya segera meletakkan helm, dan menyusul Cita. “Janganlah, aku nggak enak kalau nggak ganti.” “Anggap impas.” Cita berjalan cepat menuju showcase untuk mengambil minuman dingin. “Mas Arya sudah nolong aku kabur.” “Ya sudah.” Arya tidak mau berdebat karena nilai rupiah yang tidak seberapa. Mengingat Cita adalah putri dari pemilik Lukito Grup, maka nominal yang sudah dipinjam Arya pastilah tidak ada apa-apanya.
9.839.9K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 797 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Mantan Istri CEO Tertindas itu Ternyata Pewaris Kaya!

Mantan Istri CEO Tertindas itu Ternyata Pewaris Kaya!

Wanita di lukisan yang mengenakan gaun berwarna merah dan tampil memukau itu, adalah Lydia. Pria di belakangnya tidak sadarkan diri, tapi memiliki wajah yang tampan. Pria itu adalah Dylan. Di belakang mereka adalah kegelapan tak berujung yang seolah bisa menelan segalanya. Di depan ada pintu yang terlihat seperti pintu istana. Dia dengan tegas membuka bintu itu dan membawa Dylan pergi, untuk menyambut matahari. Lydia mengerucutkan bibirnya. Pak Willy, si pelukis terkenal, sudah berada di belakangnya. Meski sudah tua, pria itu masih energik.
9.729.3K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 790 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

Transmigrasi Dendam: Aku Kembali, Tidak Lagi Lemah!

ucap Yukine ragu-ragu karena penampilan mereka cukup berbeda dengan sekarang jika diperhatikan itu waktu mereka masih kuliah. Pitaloka tidak berniat merebut kembali barangnya dari Yukine karena sudah tertangkap basah oleh temannya itu. "Iya," sahut Pitaloka dengan lirih sambil canggung juga malu dalam bersamaan. "Bagaimana kamu bisa memiliki foto mereka?" tanya Yukine sambil mengulurkan potret itu pada Pitaloka. "Aku sudah memiliki itu cukup lama," jawab Pitaloka dengan malu sambil meraih barang tipis itu.
108.0K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 215 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
Istri Kecilku

Istri Kecilku

"Makasih ya. Gila, panas banget hari ini. Gue rasa sunscreen gue udah luntur semua sebelum acara mulai." ​Diana tersenyum ramah. "Sama. Rasanya kayak lagi dijemur di pantai, tapi tanpa air laut." ​Gadis itu tertawa renyah, memperlihatkan deretan gigi yang rapi. Ia mengulurkan tangannya. "Gue Pitaloka. Panggil aja Pita. Lo dari Psikologi juga, kan? Gue liat warna makara di dada lo biru muda."
1.3K viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 27 ครั้งในชื่อ lukisan asli dyah pitaloka
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
1234567
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status