Pesugihan Kandang Bubrah
Tapi di rumah Lila, meski cahaya mentari menyusup lewat celah tirai dan suara burung bersahutan dari kejauhan, bayangan yang tertinggal belum benar-benar pergi.
Jatinegara duduk di dekat jendela ruang tamu. Krayon berwarna hijau muda di tangannya menari pelan di atas kertas putih. Wajahnya tampak lebih segar, pipinya mulai bersemu merah, dan senyumnya kembali hidup. Tapi Lila tahu, tidak semua yang pulih bisa dilihat oleh mata.
“Kamu gambar apa, Sayang?” tanya Lila lembut, menyuapi potongan kecil roti ke mulut anaknya.