Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Tapi di rumah Lila, meski cahaya mentari menyusup lewat celah tirai dan suara burung bersahutan dari kejauhan, bayangan yang tertinggal belum benar-benar pergi. Jatinegara duduk di dekat jendela ruang tamu. Krayon berwarna hijau muda di tangannya menari pelan di atas kertas putih. Wajahnya tampak lebih segar, pipinya mulai bersemu merah, dan senyumnya kembali hidup. Tapi Lila tahu, tidak semua yang pulih bisa dilihat oleh mata. “Kamu gambar apa, Sayang?” tanya Lila lembut, menyuapi potongan kecil roti ke mulut anaknya.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 122 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Ditolak Magang Malah Jadi Ayang

Ditolak Magang Malah Jadi Ayang

Ia bukan Eshan yang diberikan anugerah melalui kemampuan jeniusnya menjadi seniman. “Chiara?” panggil Eshan menyudahi sesi lamunannya. “Dicoba pelan-pelan. Pilih warnanya, mau apa?” Masih menimbang-nimbang palet yang sudah diisi warna dasar, Chiara mengarah pada cat kuning. Ia menyelupkan ujung kuasnya pelan sebelum membuat garis aneh di kanvas. Sungguh menggelikan kalau dipikir-pikir, garis kuning di tengah kanvas bersih.
1034.2K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Setelah itu Kaivan mengajak Kai membeli coklat yang diinginkan. “Apa ini saja cukup? Tidak mau yang lain?” tanya Kaivan memastikan. Kai berpikir lagi, lalu menjawab, “Boleh minta buku gambar, pencil, cama crayon?” Kaivan mengangguk mengiyakan. Lalu Kaivan mengajak Kai ke toko peralatan menulis. Kai senang. Dia memilih crayon seperti apa yang diinginkannya. “Apa Kai sangat suka menggambar?” tanya Kaivan saat melihat Kai sedang berjongkok melihat crayon yang terpajang di sana.
1063.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as lukisan crayon
Read
+Library
OSIS LYFE (INDONESIA)

OSIS LYFE (INDONESIA)

Aku tak begitu mengenali dua orang murid yang satu kelompok denganku ini, sepertinya mereka hanya murid biasa yang tak mengikuti ekskul apapun. "Baik, tugasnya nanti dikumpulin pas jam pelajaran terakhir ya..." "Baik bu..." Jawab kami bersamaan. Kami hanya diberi satu buah kanvas berukuran sedang, dua buah kuas, dan juga empat pallet warna dasar yang tidak lain adalah hitam, merah, biru, dan hijau. Aku yang tak terbiasa dengan melukis karna dari kecil selalu memakai pensil warna hanya bisa terdiam ketika harus mencampurkan beberapa warna dasar ini untuk menghasilkan warna yang baru.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

"Rasakan saja tekstur kertas ini di bawah ujung krayonmu. Rasakan kehangatan matahari pagi yang menyentuh kulitmu saat ini. Gambar bukan tentang kebenaran data, tapi tentang kejujuran perasaan. Cobalah untuk menggambar rasa hangat itu. Warna kuning ini adalah matahari yang baru saja memerdekakanmu." Dengan bantuan bimbingan Tri, Liora mulai menggerakkan tangannya secara perlahan. Coretan-coretan itu awalnya kacau, patah-patah, dan penuh keraguan. Namun, perlahan, gerakannya menjadi lebih mengalir. Ia mulai mengisi ruang kosong di kertas itu dengan warna kuning. Saat warna kuning itu memenuhi kertas, Liora tiba-tiba terisak hebat. "Aku... aku merasakannya. Aku menginginkan warna ini," ucapnya
1.1K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Saat Cempaka mengangguk dan berkata semuanya baik, Raka menghela napas lega, seperti beban yang tak kasatmata akhirnya turun dari bahunya. Elina, setelah puas dipeluk, kembali meluncur ke meja. Krayon kembali ia genggam, tarikan garis-garis baru menambah detail di gambar yang hampir selesai. Raka penasaran, ia mendekat, menunduk, dan melihat apa yang putrinya buat.
10140.8K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as lukisan crayon
Show Reviews (17)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Read All Reviews
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Kiran menunjukkan sebatang crayon berwarna biru pada Kayla. Kayla memperhatikannya baik-baik. Ia menahan napas saat sudah menemukan pangkal masalah. Crayon yang ditunjukkan Kiran itu memang sudah pendek dan ujungnya juga tumpul, tapi ia mengatakannya patah. “Ini bukan patah, sayang, crayon-nya masih bisa digunakan.” “Aku tidak mau pakai crayon itu lagi, tidak bagus,” Kiran menepisnya hingga jatuh ke lantai.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 552 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

tanya Alea lembut, tidak memaksa. Ethan mengangkat bahu, tetapi ia mulai mengambil krayon dan menggambar di kertasnya sendiri. Pelan-pelan, bentuk-bentuk muncul di halaman itu, sebuah bola, sebuah pohon, dan sesuatu yang menyerupai rumah.
98.7K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Melukis

Melukis

Perlahan ia mulai memberi warna dan menuangkan satu persatu perasaannya ke dalam kanvas kecil itu. Sekarang jam menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit, dan Raina sudah selesai dengan lukisannya, ia menghabiskan waktu selama dua puluh menit untuk melukis. Lukisan itu terlihat sederhana, ia memberi garis tengah pada kanvas, lalu menggambar siluet seorang perempuan di depan garis itu, pada sisi kanan kanvas ia memberi warna abu-abu, lalu perpaduan warna biru dan hijau pada sisi kiri kanvas. Pada masing-masing sisi memiliki gambar yang berbeda, pada sisi berwarna abu, ia melukis abstrak di atas nya, dan pada sisi berwarna biru, ia melukis bunga-bunga dan pepohonan.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Lelaki itu ikut naik ke atas kasur dan duduk di samping sang istri. “Mumpung kepalaku punya ide untuk gambar, Mas. Jadi ide itu nggak boleh hilang sia,” jawabnya santai. Hanya membutuhkan waktu sebentar untuk Crystal tenggelam pada pekerjaannya. Entah kenapa semangatnya berkobar seperti api yang bertemu minyak. Tangannya begitu terampil saat mencoretkan pensilnya di atas kertas. Dia hanya menggunakan pensil, dan dia memberikan tanda warna untuk bagian yang digambar. Sehingga esok hari dia bisa membuat dengan lebih cantik.
8.8155.4K viewsCompletedAdded to Library 5.9K Times as lukisan crayon
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status