Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Jarinya hampir mustahil bisa memakai pena dan tinta cair yang membutuhkan posisi khusus agar bisa membentuk tulisan. Graphite lebih mudah, masih bisa menghasilkan coretan meski berada dalam posisi yang tidak benar. “Hebat sekali!” Tili pun memuji dengan tulus saat melihat huruf terbentuk di kertas itu. Ia tahu Celandine berlatih menulis, tapi tidak menyangka hasilnya akan secepat ini. Tentu tidak sempurna seperti tulisan Darian yang rapi—besarnya tidak sama dan miring—tapi terbaca.
1020.3K viewsCompletedAdded to Library 790 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Pesan Mesra Untuk Suamiku

Pesan Mesra Untuk Suamiku

Ditha menunjukkan satu kotak yang besar. "Beli apa lagi?" Aluna sampai geleng-geleng kepala dibuatnya. Ada saja yang dibawa Arkan saat mampir ke rumahnya. "Beli crayon." "Oh.. bagus sekali." Aluna ikut duduk di antara ketiganya. Memperhatikan kertas penuh coret dari hasil karya kedua anak kembarnya. "Udah lama disini, mas?" Tanya Aluna berbasa basi.
108.5K viewsCompletedAdded to Library 246 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Ditolak Magang Malah Jadi Ayang

Ditolak Magang Malah Jadi Ayang

Ia bukan Eshan yang diberikan anugerah melalui kemampuan jeniusnya menjadi seniman. “Chiara?” panggil Eshan menyudahi sesi lamunannya. “Dicoba pelan-pelan. Pilih warnanya, mau apa?” Masih menimbang-nimbang palet yang sudah diisi warna dasar, Chiara mengarah pada cat kuning. Ia menyelupkan ujung kuasnya pelan sebelum membuat garis aneh di kanvas. Sungguh menggelikan kalau dipikir-pikir, garis kuning di tengah kanvas bersih.
1033.7K viewsCompletedAdded to Library 742 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Setelah itu Kaivan mengajak Kai membeli coklat yang diinginkan. “Apa ini saja cukup? Tidak mau yang lain?” tanya Kaivan memastikan. Kai berpikir lagi, lalu menjawab, “Boleh minta buku gambar, pencil, cama crayon?” Kaivan mengangguk mengiyakan. Lalu Kaivan mengajak Kai ke toko peralatan menulis. Kai senang. Dia memilih crayon seperti apa yang diinginkannya. “Apa Kai sangat suka menggambar?” tanya Kaivan saat melihat Kai sedang berjongkok melihat crayon yang terpajang di sana.
1058.9K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as lukisan crayon
Read
+Library
OSIS LYFE (INDONESIA)

OSIS LYFE (INDONESIA)

Aku tak begitu mengenali dua orang murid yang satu kelompok denganku ini, sepertinya mereka hanya murid biasa yang tak mengikuti ekskul apapun. "Baik, tugasnya nanti dikumpulin pas jam pelajaran terakhir ya..." "Baik bu..." Jawab kami bersamaan. Kami hanya diberi satu buah kanvas berukuran sedang, dua buah kuas, dan juga empat pallet warna dasar yang tidak lain adalah hitam, merah, biru, dan hijau. Aku yang tak terbiasa dengan melukis karna dari kecil selalu memakai pensil warna hanya bisa terdiam ketika harus mencampurkan beberapa warna dasar ini untuk menghasilkan warna yang baru.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Gadis Persinggahan

Gadis Persinggahan

"Rasakan saja tekstur kertas ini di bawah ujung krayonmu. Rasakan kehangatan matahari pagi yang menyentuh kulitmu saat ini. Gambar bukan tentang kebenaran data, tapi tentang kejujuran perasaan. Cobalah untuk menggambar rasa hangat itu. Warna kuning ini adalah matahari yang baru saja memerdekakanmu." Dengan bantuan bimbingan Tri, Liora mulai menggerakkan tangannya secara perlahan. Coretan-coretan itu awalnya kacau, patah-patah, dan penuh keraguan. Namun, perlahan, gerakannya menjadi lebih mengalir. Ia mulai mengisi ruang kosong di kertas itu dengan warna kuning. Saat warna kuning itu memenuhi kertas, Liora tiba-tiba terisak hebat. "Aku... aku merasakannya. Aku menginginkan warna ini," ucapnya
919 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia

Saat Cempaka mengangguk dan berkata semuanya baik, Raka menghela napas lega, seperti beban yang tak kasatmata akhirnya turun dari bahunya. Elina, setelah puas dipeluk, kembali meluncur ke meja. Krayon kembali ia genggam, tarikan garis-garis baru menambah detail di gambar yang hampir selesai. Raka penasaran, ia mendekat, menunduk, dan melihat apa yang putrinya buat.
10139.8K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as lukisan crayon
Show Reviews (17)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya.. cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan.. maaf y Thor mksh
Read All Reviews
Sketsa

Sketsa

“Hmm, kapan aku bisa meikmati hidupku seperti mereka dan menemukanmu?” Manik gadis itu menyorot satu pigura besar yang di dalamnya terdapat lukisan laki-laki dengan rambut hitam legam dengan manik biru yang indah. Di bawah lukisan tersebut ada tulisan kecil bertuliskan ‘Gerald’. ***
103.0K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Kiran menunjukkan sebatang crayon berwarna biru pada Kayla. Kayla memperhatikannya baik-baik. Ia menahan napas saat sudah menemukan pangkal masalah. Crayon yang ditunjukkan Kiran itu memang sudah pendek dan ujungnya juga tumpul, tapi ia mengatakannya patah. “Ini bukan patah, sayang, crayon-nya masih bisa digunakan.” “Aku tidak mau pakai crayon itu lagi, tidak bagus,” Kiran menepisnya hingga jatuh ke lantai.
1014.1K viewsCompletedAdded to Library 535 Times as lukisan crayon
Read
+Library
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

tanya Alea lembut, tidak memaksa. Ethan mengangkat bahu, tetapi ia mulai mengambil krayon dan menggambar di kertasnya sendiri. Pelan-pelan, bentuk-bentuk muncul di halaman itu, sebuah bola, sebuah pohon, dan sesuatu yang menyerupai rumah.
98.4K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as lukisan crayon
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status