Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

“Eh? Sepertinya dia benar-benar punya seorang anak perempuan.” Semangat Caden mulai bangkit kembali. “Dari mana kamu melihatnya?” “Coba kamu lihat lukisan ini. Lukisan ini adalah pemandangan indah di sebuah pedesaan. Di bagian sini adalah seekor kelinci berwarna merah muda. Ada juga tas kecil yang berwarna merah muda. Di bagian sini, ada juga bunga dan balon berwarna merah muda.”
9.5998.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39.9K kali sebagai lukisan crayon
Tampilkan Ulasan (176)
Baca
+Pustaka
Tiuri
suka dg cerita nya bikin nangis bikin senyum thor keren.. tdk seperti novel lain yg kebanyakan cerita tentang sex melulu ngeri dan membosankan... kl ini tentang kehidupan ada perkelahian ada, ada persaudaraan dan cinta keluarga yg besar.. sukaaa .. thoor nanti bikin cerita model gini lg yaa............
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

Terpaksa Jadi Mempelai Pengganti di Pernikahan Kakakku

“Kalau gitu, hari ini kita gambar aja, gimana? Kakak bawa spidol warna baru, lho.” Aurelia membuka tas dan mengeluarkan satu set spidol berwarna pastel. Mata Caca sedikit berbinar. Ia akhirnya mengangguk. Mereka mulai menggambar di atas kertas kosong. Aurelia menggambar bunga dan matahari. Caca menggambar rumah—tapi bukan rumah yang cerah. Rumah yang digambarnya tampak gelap, dan jendelanya semua tertutup.
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

jawab Mareeq. Naomi tersenyum kecil. Ia membuka halaman buku gambar itu, merasakan tekstur kertasnya sebentar, lalu menaruhnya kembali. Tangannya berpindah ke kotak pensil warna. “Apa dia lebih suka krayon atau pensil warna?” tanya Naomi menunjukkan krayon di tangan kiri dan pensil warna di tangan kanan. “Sejujurnya dia suka semua.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Musuh Besar Si Gendut

Musuh Besar Si Gendut

kami menghabiskannya di toko supply alat lukis. Aku seperti anak kecil yang berada di surga coklat impian. Ya.. ini adalah impianku, berbelanja apapun yang kumau. Aku membeli cat akrilik dengan warna paling lengkap dan berkualitas paling bagus. Membeli beberapa kanvas ukuran paling besar dan ukuran lainnya. Aku bahkan membeli beberapa bahan untuk dijadikan pigura, aku hanya perlu merakitnya nanti.
9.687.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai lukisan crayon
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Ulfah N
Aku suka gaya bahasa penulis di novel ini. Selera humor penulisnya membuat aku tak henti tersenyum karena hal-hal receh. Novel ini sangat menghibur. Aku selalu menginginkan tokoh utama pria bersama wanita pada endingnya. aku belum baca sampai selesai. Aku sangat mengerti perasaan Dave.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Ia mengganti lembar demi lembar, membiarkan pikirannya mengalir bebas tanpa batas. Setiap coretan tampak acak, tetapi sebenarnya saling terhubung membentuk satu konsep besar. Meja kerjanya perlahan dipenuhi sketsa dan catatan kecil. Lyra berhenti sejenak, lalu menuliskan sebuah judul di bagian atas kertas dengan lebih jelas. “Chromatic Luxe: The Art of Color.” Matanya menatap tulisan itu, seolah sedang memastikan maknanya benar-benar ia pahami.
1054.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Matahari mulai tenggelam, menyisakan keremangan twilight di dalam studio. Aku tenggelam dalam trance. Kuasku menari liar di atas kanvas, mencampur warna burnt umber, ochre, dan crimson. Aku tidak melukis realis. Aku melukis emosi. Aku melukis rasa lapar yang kulihat di matanya. "Berhenti," suara Cakra memecah keheningan. Aku tersentak, kuasku berhenti di udara. "Belum selesai..."
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Soma menyodorkan sebuah kertas yang sudah keliatan tua dan bewarna kecoklatan. Terlihat sebuah kertas dengan dua lukisan yang sangat berbeda kualitasnya, satu lukisan yang bisa di prediksi ini merupakan hasil tangan dari anak kecil atau orang yang tidak jago dalam melukis, satu lagi gambar yang sangat bagus sekali seperti lukisan-lukisan di majalah. Tapi gambar ini seperti sesuatu yang tidaklah asing bagiku. Tertera di bawah lukisannya ada tulisan kecil Tingker dan Soma . Beserta cap jembol masing-masing dengan warna Biru dan Pink
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Istri Bisu Kesayangan CEO Berandal

Istri Bisu Kesayangan CEO Berandal

“Lihat putra kedua-mu ini, Dad. Dia selalu ingin memakai crayonku! Padahal ini baru dibelikan mommy untuk aku sekolah! Bukan untuk dia patahkan!” Dicecar seperti itu, River beringsut mendatangi Dadddy-nya. Tapi tangisnya sudah berhenti sebelum Storm berkata lagi. Dia tahu, sang ayah tidak akan memberinya apapun sekalipun dia menangis keras. “Kau dengar itu, River? Crayon milik Sky adalah untuk peralatan sekolahnya. Kalau kau mau meminjam, meminjamlah dengan baik. Katakan meminjam dan gunakan dengan baik. Atau kau boleh menggunakan crayon-mu sendiri.
1023.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 588 kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Karena itu, waktu menggambar lukisan tinta jauh lebih singkat daripada lukisan minyak atau sketsa. Bradford dan Mardi berdiri berjarak dua meter, masing-masing di depan meja. Mereka memegang kuas, memakai tinta hitam sebagai dasar, dibantu pewarna air seperlunya, lalu mulai melukis. Tak sampai tiga menit, Bradford sudah meletakkan kuasnya. Lukisannya selesai. Di sisi lain, Mardi baru melukis kurang dari sepertiganya.
10272.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Dear, Pak Dokter

Dear, Pak Dokter

Tangan-tangan mungil itu terlihat sibuk mencorat-coret berbagai warna krayon pada buku gambarnya. Reanna tersenyum mengamati sebuah gambar pemandangan setengah jadi itu. Kia memang suka menggambar, ia seringkali menuangkan apa pun yang dilihatnya ke dalam coretan. Dan Reanna kagum akan hal itu. karena, yah ... sejujurnya ia sangat payah dalam menggambar. Seingatnya, ia hanya bisa menggambar matahari terbit yang diapit dua gunung kembar saat masih kecil.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai lukisan crayon
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status