Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Ambisi Sang Pewaris

Terjebak Ambisi Sang Pewaris

pinta Eloise dengan berjongkok menyambut Ethan agar bocah itu berjalan ke arahnya. Ethan berjalan dengan gontai sambil tertawa girang. Eloise memeluk Ethan erat saat putranya hampir terjatuh di langkah terakhir. "Anak pandai," puji Eloise bahagia. Hampir setengah hari dihabiskannya bermain bersama Ethan. Saat Ethan tidur siang, Eloise meluangkan waktu untuk melukis. Lucas mungkin benar, ia meluapkan kesedihan melalui lukisan. Lukisan alamnya kali ini bertema mendung dan hujan. Ia melukis seorang wanita yang hanya terlihat tubuh belakangnya, sedang memandang awan. Tanpa mempedulikan hujan di sekitarnya.
1015.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 602 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

“Aku juga gambar Ibu ketawa.” Melon menatap gambar itu lama. Di sana, ia digambar dengan ekspresi bahagia, duduk di dapur bersama tiga ibu lainnya, lengkap dengan kerudung dan celemek. Di sekelilingnya, ada tulisan kecil: “Ibu Bahagia.” Melon memeluk anaknya erat. “Terima kasih, Sayang.”
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Ratu tak Dianggap

Ratu tak Dianggap

"Kau sangat baik, engkau adalah orang memperlakukan aku sebaik suami ku," "Tidak ibu, engkau lah yang selalu menjaga ku dan memberi nasehat petuah kepada ku. Agar aku tegar." "Aku begitu bahagia saat itu. sehingga terkadang di kamar ku aku melukis gambar sosok seorang Ratu itu adalah ibu kandung ku sendiri." "Oh iya..., kau sungguh menggambar wajah ku? Seperti apa yang kau lukis Dino?"
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Love in Kyoto

Love in Kyoto

Aku berharap kau bisa menangis kala ini, Sebab orang bilang, kau tak mungkin menangis… Cantik, menangislah, melihat dunia, Tapi tangisanmu membuat ibumu tersenyum, Tidak, bukan ibu senang melihatmu menderita, Saat jalinan tali pusat telah terputus, Kau terpisah dengan saudara-saudara dan ketenanganmu, Tapi aku menanti kebisinganmu, keramaian tangisan seorang bayi. Cantik, kejutkanlah dunia dengan hadirnya dirimu, Sedang kau lama tertidur dalam kependaman rasa ibu, Buatlah ibu tersenyum, melihatmu. *
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Terjerat Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Terjerat Mantan Kekasih Ibu Tiriku

Lukisan wanita itu tidak lain adalah wajah sang ibu yang sudah tiada. “Apa kamu merindukannya?” tanya Angel yang sudah ada di samping Olivia. “Wanita yang cantik dan penyayang. Itu bisa terlihat dengan sangat jelas.” “Tentu saja. Bukankah kamu sendiri yang melukisnya?” Olivia tidak perkataan Angel dan dia hanya melihat wajah sang ibu yang masih teringat dengan jelas di dalam benaknya. Meski dia sudah tua pun tidak akan pernah bisa melupakannya.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN RAHASIA SUAMIKU

PERNIKAHAN RAHASIA SUAMIKU

Suara perempuan terdengar begitu lembut menyahut. "Tapi aku suka, Bu. Aku suka menjual lukisan-lukisan tangan ibu. Aku mau semua orang bisa menikmati karya bagus dari ibu. Aku bangga punya ibu yang pandai melukis." Seketika hening. Dengan segenap kekuatan, aku memberanikan diri mencondongkan badan. Mengintip ke arah dalam rumah ini. Di sana, ibu dan anak itu tengah berpelukan. Hingga sang anak melepas lebih dulu pelukannya. Mereka masih membelakangiku. Di depan sang Ibu terdapat media lukis.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
MY TREASURE

MY TREASURE

Ibu mertuaku memang cantik, satu lukisannya yang besar menghiasi ruang tamu kami sudah cukup membuktikan betapa cantiknya ia. Pandanganku beralih ke Mike. Matanya terkunci pada satu lukisan. Aku mengikuti arah pandangnya. Sebuah lukisan wanita dengan seorang anak dalam pelukannya. Aku yakin itu lukisan Mike dan ibunya. Dia pasti sangat menyayangi ibunya sampai-sampai menyimpan semua lukisan ini. Tunggu dulu, siapa yang melukis semuanya? Tidak mungkin Mike yang melakukannya, dia jelas tidak berbakat. Mike menyadari aku meneliti dirinya. Ia kembali menatapku.
10107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai lukisan ibu menangis
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Blezzia
Karena maraknya kasus plagiarisme, maka Blezzia mau menginformasikan bahwa novel ini sebelumnya sudah pernah terbit dengan nama pena yg lama: Maisyah Ahara. Bagi pembaca di watty pasti pernah tahu. Blezzia adalah nama pena Author yg baru. Dan ada suatu alasan sehingga namanya diganti. Terima Kasih
Liona M. Alexandra
Aku ke sini gara2 di novel** kakak ga ada update lagi, aku cari ternyata banyak disini judul lainnya. My Treasure adalah novel yg buat aku sedikit mengerti bahasa Perancis setelah aku ketemu sm seseorang yg persis sama mengeluarkan beberapa kalimat yg terdapat dlm cerita ini. Novel paling berkesan.
Baca Semua Ulasan
ISTRIKU SERING MENANGIS

ISTRIKU SERING MENANGIS

terang Mas Rayyan kembali menenangkanku. Kemudian, kami pun kembali menemui Ibu. Namun, ia sudah sendirian di ranjang. Sedang menangis sambil berbaring miring. "Bu," lirihku. "Sita," sahut Ibu. Kemudian, kami menghampirinya. Tidak menyangka bahwa ia telah benar-benar menyesali apa yang telah terjadi. "Ibu kenapa menangis?" tanya. Mas Rayyan.
1053.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

TRANSMIGRASI PUTRI KEJAM

gumam Ban Xia. *** “Ibu, apa yang terjadi? kenapa Ibunda memuntahkan banyak darah?” tanya seorang anak kecil laki-laki yang panik ketika melihat ibunya yang terbaring di atas ranjang dalam kondisi semakin buruk. Bahkan dalam kondisi tidak baik sekali pun, wanita yang dipanggil dengan sebutan ‘Ibu’ itu tetap melukis senyum di wajahnya. Tangannya mengelus lembut wajah putranya yang menangis tersedu-sedu.
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi

“Yang aku tahu, Ibumu pasti sangat menyayangimu.” Violet menatap lukisan itu lagi. Bibirnya bergetar, dan air matanya mulai jatuh perlahan. “A...aku ingin bi..cara dengan Ibu,” katanya pelan sambil mengusap air mata di pipinya. Elia tidak menjawab. Ia hanya diam di samping Violet, membiarkan gadis kecil itu menatap ibunya. Di belakang mereka, Hughes menunduk. Air matanya jatuh di pipinya tanpa ia seka.
10589 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai lukisan ibu menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status