Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

Setiap lukisan, setiap bingkai keluarga di dinding, seolah ikut menatapnya, menyimpan kisah yang tak selesai. Ia menemukan Ibunya sedang duduk anggun di kursi panjang, mengenakan kebaya biru tua. Di sampingnya, sebuah cangkir teh masih mengepulkan uap. Seperti biasa—selalu tenang. Selalu berjarak. “Rigen,” ucap sang Ibu, tersenyum seolah tak terjadi apa-apa. “Akhirnya kamu datang ke rumah sendiri. Sudah lama sekali.”
1078.4K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Melepas Cinta, Menggapai Diri

Melepas Cinta, Menggapai Diri

Pada gambar itu, sang Ratu bersama putrinya dan Raja baru membentuk sebuah keluarga, namun wajah sang Ratu tampak bingung dan kosong. Ziko sangat berbakat dalam melukis. Dengan beberapa goresan sederhana dia mampu menggambarkan ekspresi seseorang dengan sangat mendalam. Wanda duduk di lantai, bersandar pada pintu kamar. Di tangannya terdapat lima gambar Ziko dan selembar kertas bertuliskan: [Aku nggak mau kamu menjadi ibuku.] Mata Wanda terasa panas, seketika basah oleh air mata.
9.4316.4K viewsCompletedAdded to Library 10.4K Times as lukisan ibu menangis
Show Reviews (46)
Read
+Library
Weneedta
Hai... Sambil menunggu update buku ini, mampir ke cerita aku. Judulnya "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Hamfa Merman
Kisah seorang suami yang dikhianati istrinya menjadi seorang penulis kaya raya dan mendapatkan jodoh yang tidak disangka-sangka di novel berjudul DERITA WAJAH JELEK. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Read All Reviews
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

“Itu kami, Mama... Elena dan aku.” Ratna terdiam, lalu tersenyum samar. “Lucu... aku tidak tahu aku sedang melukis seseorang yang nyata.” Elena menangis memeluknya. “Jiwamu mengingat kami, Mama. Meski pikiranmu tidak.”
3.5K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

"Kita ke rumah Nenek, yuk! Kata Ibunya Diah, Nenek motong banyak kambing," Aku terdiam. Dadaku semakin terasa sesak. Awalnya aku mengira Bu Marni hanya membual. Tapi, setelah mendengar cerita anak-anakku, kenyataan itu menjadi terlalu pahit untuk diabaikan. Tanpa sadar, air mata mulai menetes di pipiku. Satu per satu, hingga akhirnya mengalir deras. "Bu, kenapa menangis?" tanya Adnan lembut. Tangannya yang kecil mengusap pipiku, mencoba menghapus air mata yang tak kunjung berhenti.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Tumbal Pengantin Wanita : Punya Suami Multimilyader yang Manja

Dia melukis Ibu, ayahnya tidak marah? Walter Hank segera mengeluarkan kuas dan menambahkan Ayah ke dalamnya. Lucas Hank semakin cemberut. Dia melihat dirinya di dalam lukisan dan dia terlempar jauh di belakang. Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, dan mengikuti ibu dan anak itu dari belakang. Kurang ajar! Lucas Hank sama sekali tidak ingin berbicara dengannya. Dia bangkit dengan suasana hati yang buruk, "Bangun, saatnya mandi!"
9.41.7M viewsCompletedAdded to Library 44.3K Times as lukisan ibu menangis
Show Reviews (279)
Read
+Library
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
Read All Reviews
Pembalasan Dendam Istri CEO

Pembalasan Dendam Istri CEO

'Ibu.' Itu adalah rintihan penyesalan dari perempuan yang telah melahirkan dua bidadarinya yaitu aku dan Lusi. Aku pegang gagang pintu kamar ibu dan membukanya. Kudapati perempuan mulia itu kini tengah menangis dan meratap. Pipinya basah oleh air mata. Seketika dadaku juga bergetar hebat. Tak tega rasanya hati ini memaki beliau karena kesalahannya.
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 567 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

) (Ha ha ha, ibu marah pada kita, Mbak) (Ibu marahnya sama kamu saja, tole') Aku yang mengingat tawa adikku yang didekap ibu hari itu, bahkan tidak mengalihkan pandangan dari lukisan saat Joe berdiri di sampingku begitu saja. "Yang terkasih, gadis yang takut ulat. Itu judul lukisan ini." Dan ucapan Joe membuatku yang airmatanya sudah lolos, terisak dengan air mata yang mengalir bak air yang krannya rusak. Sementara mulutku tak mampu berucap karena rasa sesak yang teramat sangat menghimpit dadaku begitu penuh. "Nang ... Mbak ingin bertemu kamu. Mbak ingin memeluk kamu, mbak ingin mendengar suaramu.'
103.1K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Menikahi CEO, Penyesalanku

Menikahi CEO, Penyesalanku

Itu adalah senyum yang Arif dan anak-anak belum lihat selama bertahun-tahun. Tidak ada kelelahan. Tidak ada kebutuhan yang gila untuk menyenangkan orang lain. Hanya kebahagiaan yang tulus dan murni. Rio menatap foto, air mata besar menggelinding di pipinya. “Ibu pernah mencoba mengajar aku melukis. Dia membeli cat akrilik dan kanvas terbaik untuk aku. Tapi aku bilang dia menjengkelkan. Aku menyebut dia ibu rumah tangga yang membosankan yang tidak mengerti seni yang sebenarnya. Aku bahkan mematahkan kuas-kuasnya dan membuangnya ke tong sampah ....”
7.4K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Matchmaking

Matchmaking

Cukup lama, tetapi gambar itu terlihat rapi dari sebelumnya. Fairel sudah menggambar sketsa lekuk wajah. Sekarang, Fairel harus menggambar mata. Saat hendak menggambar mata, bayangan ibunya kembali menyeruak. "Mamah...." "Mamah bangun, ini Fairel." "Mamah...." "Fairel bawain lukisan yang mamah tinggi dari dulu." "Mamah bangun." "Mamah harus tersenyum." "Mamah... di lukisan Fairel, mamah tersenyum bahagia."
105.9K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Ibu tidak tidur selama 3 hari penuh. Dia yang berlutut di atas lantai menyentuh tulangku dengan hati-hati dan menggambar sketsa segaris demi segaris. Saat menggambar sketsa ke-10, sedikit akal sehatnya yang tersisa akhirnya sirna. Aku berjongkok di samping sambil melihat semua sketsa yang digambarnya. Sketsa itu sangat bagus dan mirip denganku. Setelah memandang sketsa-sketsa itu sesaat, aku tiba-tiba merasa agak terkejut. Ternyata, aku terlihat begitu cantik di dalam sketsa yang digambar Ibu.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 143 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status