Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIKEJAR CINTA CEO AROGAN

DIKEJAR CINTA CEO AROGAN

Dilihatnya Ibunya sedang duduk dengan benang rajut di tangan, tetapi ia diam, sambil menangis. Tenggorokan Maureen tercekat melihat Ibunya menangis. Ia berlutut di samping Ibunya, sambil memegang tangan yang sudah keriput dimakan usia tersebut. “Kenapa Ibu menangis?” Tanya Maureen, meskipun ia mengetahui apa yang membuat Ibunya menangis. Ibu Maureen mendongakkan wajah melihat Maureen. Tangannya terangkat, untuk mengusap lembut pipi Maureen.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 255 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN

Ibu dengan wajah yang sumringah masuk ke dalam kamar anak perempuannya yang saat itu sedang duduk dengan bersimbah airmata. "Kok kamu malah nangis? nanti make-up mu jelek,berantakan," oceh Ibu seraya merapikan kembali riasan di wajah Indri. Gadis itu tetap diam seribu bahasa, membiarkan tangan Ibu menari di wajahnya. Ia ingin menolak, tapi semua rasa percuma. Berkalipun Bima hadir untuk meyakinkannya, Indri tetap kekeh pada pilihannya.
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 888 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

IBLIS BERMATA BIRU ( Pembalasan Sang Hantu Digital )

Dan di rumah ini, hanya ada satu makhluk yang paling lemah untuk menerima amarahnya. Di pojok ruang bermain yang remang, Marion sedang duduk di atas karpet bulu, jemari kecilnya dengan tekun menggerakkan krayon biru di atas kertas putih. Ia sedang menggambar laut, tempat yang ia bayangkan sangat tenang. Ia tidak menyadari bahwa di balik pintu, ibunya sedang berjalan dengan langkah berat yang penuh kebencian. BRAK!
865 viewsOngoingAdded to Library 27 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

Aku sepertinya memang sudah kehilangan respect kepada ibu mertuaku. Ibu yang sedang tak mengenakan hijab itu pun memeluk tubuhku. Wanita paruh baya yang mengenakan stelan piyama berwarna hitam dengan corak loreng macan itu menangis tersedu-sedu lagi di dekapanku. Aku mengernyitkan dahi. Buat apalagi Ibu menangis begitu? “Kematian Adiba bukan keinginan Ibu, Gis!” jerit Ibu dengan suaranya yang parau.
1061.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Bayangkan, betapa bahagianya aku waktu menunjukkan lukisan itu padanya. Nah, nggak seperti biasanya yang dingin bahkan kadang-kadang membeku, Mama meraih selembar kertas dengan gambar kami di sana. Papa, aku dan Mama. Aku di tengah-tengah mereka dengan senyum super lebar, rambutku kugambar dengan kuncir dua, diikat dengan pita. Dalam lukisan sederhanaku itu, Mama dan Papa sama-sama tersenyum ala smile emoticon. Dia mengulas senyum tipis yang bagiku manis, mengamati lukisanku dan bergumam, "Bagus, Mama suka. Kamu hebat, Anyelir!"
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 433 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Setipis Benang Sutera

Setipis Benang Sutera

Bukan menempatinya seorang diri ala jomblo seperti ini,' Batin Lia sembari tertawa sumbang. Ia menghela nafas panjang, kemudian tangannya meraih sebuah pigura kecil yang diletakkannya di nakas yang terletak di sisi ranjang. Terpampang di sana gambar ibunya tengah tersenyum sambil memeluk dirinya. Diusapnya gambar itu dengan telapak tangannya. Meraba wajah Ibu yang selalu dirindukannya. Lia tampak tersenyum, namun dari kedua matanya terpancar kesedihan yang mendalam. Tanpa ia sadari, saat ini suaminya tengah berdiri di depan pintu, sejenak terpaku meyaksikan apa yang tengah di lakukan nya.
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

"Ibu Farah di halaman belakang bapak, melukis." Dia duduk di kursi roda di pinggir kolam renang dengan alat kuas di tangannya. Saya tersenyum tepat di tengah ambang pintu belakang yang terbuka. Jika melihatnya serius dan diem seperti itu dia manis sebenarnya, tapi jika marah dan sudah mengeluarkan urat nadinya menyebalkan sekali.
1097.0K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as lukisan ibu menangis
Show Reviews (43)
Read
+Library
Skavivi
Vivi minta maaf ya updatenya lama. Sebulan kemarin lagi di uji semesta dengan kesehatan yang menurun. Semoga teman-teman masih senantiasa menikmati cerita ini dengan baik. Salam sayang, Skavivi. more info ig : Skavivi_Selfish ^_^
Ayu Claa
Anna Anna....kamu bener² sudah menjungkir balikan kehidupan pak Ardi, dy rela mabok laut slm 3 jam lebih hanya demi untuk menemukanmu. haha... Semangat pak Ardi kamu harus bisa meluluhkan hari Anna......
Read All Reviews
Penakluk Dewa

Penakluk Dewa

Pepohonan dan kupu-kupu yang dilukis juga seolah menggambarkan betapa bahagianya kedua orang itu. Entah mengapa, hati Hao Li langsung sakit ketika melihat lukisan di dalam gulungan itu. Dia mengusap kertas itu pelan, tak terasa air matanya menetes begitu saja membasahi kertas itu. "Wanita di dalam lukisan itu adalah ibumu sekaligus adikku, Yu Jing Xi. Dan bayi itu adalah kau. Lukisan itu adalah hal terakhir yang Ibumu berikan padaku sebelum meninggalkan klan Yu di kota Kekaisaran. Aku telah mencarimu selama ini karena aku sama sekali tak menemukan dirimu ketika kedua orang tuamu di bunuh."
8.4270.4K viewsOngoingAdded to Library 5.9K Times as lukisan ibu menangis
Show Reviews (208)
Read
+Library
Nik Tamtary
bila maw tulis bgi habis la nak jadi penulis kena pantas jgn bagi kami hilang minat nk langgan novel dri App ni....kualiti,pantas cerita yg hebat tu boleh mjana pendapatan penulis ayuh tulis bgi habis meluat dah citer terputus pitus
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Read All Reviews
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

kata Janice, lalu segera menyuruh orang untuk memindahkan lukisan itu ke dalam studio dan sengaja memilih tempat kosong untuk menggantungnya. Saat membuka kain penutup lukisannya, Janice terkejut sampai ingin menangis. Warna-warna di mata anak-anak menumpuk selapis demi selapis, hingga akhirnya membentuk sosok seorang ibu yang sedang memeluk anaknya.
9.4935.8K viewsCompletedAdded to Library 29.9K Times as lukisan ibu menangis
Show Reviews (192)
Read
+Library
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Read All Reviews
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

Sementara kalimat Helena barusan mengedor alam bawah sadarku, menyuruhku menghirup napas dalam-dalam. "Katakan yang benar. Ceritakan apa yang terjadi." Di kursinya, Ibu menatap kami. Kali ini dengan air mata meleleh di wajahnya yang pucat. Oh, Ibu, tunggulah sebentar lagi. Aku akan menghapus air mata di pipimu itu. Aku tak akan membiarkan dirimu bersedih lagi setelah ini.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as lukisan ibu menangis
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status