Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

Luna kembali ke mobil Tante Rosa dengan langkah cepat dan tegas. Di dalam mobil yang melaju membelah keramaian kota, ia segera menghubungi Tante Rosa, suaranya dipenuhi urgensi yang tak terbantahkan. "Tante, aku butuh bantuanmu sekarang juga," perintah Luna, nadanya tanpa basa basi. "Dia curiga. Aku berhasil membuatnya ragu tentang dokumen itu, tapi itu hanya akan bertahan beberapa jam. Jenderal itu pasti akan mengincar Damon."
10864 viewsOngoingIdinagdag sa Library 31 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Disiksa Suami, Dicintai Presdir Baik Hati

Disiksa Suami, Dicintai Presdir Baik Hati

Luna menghela napas pelan dan memutuskan untuk membuka surat yang diberikan oleh Aldi dan membacanya perlahan. Surat yang ditulis tangan langsung oleh Aldi itu memang cukup panjang. Sesekali Luna berhenti sejenak dan menatap langit-langit kamarnya, sekaligus berusaha menahan air mata yang hendak jatuh dari manik hitamnya. Harus Luna akui, surat yang dikirimkan oleh Aldi memang sangat menyentuh hatinya dan seolah sengaja dikirimkan sebagai penawar dari semua keresahan hatinya saat ini.
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Serenade Cinta Dibawah Bintang

Serenade Cinta Dibawah Bintang

Pagi itu, matahari baru saja menyapa kota ketika Luna menerima surat ke-16 di depan pintu apartemennya. Ritual membaca surat dari Adrian kini telah menjadi bagian dari harinya, meskipun ia masih menjaga jarak. Ia membuka amplop itu pelan-pelan, jemarinya sedikit gemetar. Adrian menulis: "Aku tahu aku bukan lagi orang yang pantas di sampingmu, Luna. Tapi aku berharap, suatu hari nanti… kamu bisa melihatku dengan tatapan yang sama seperti dulu."
101.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 67 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Suami Pura-Puraku Pewaris Nomer Satu

Lunar memberitahu saat melihat telepon kakaknya bergetar. "Kamu angkat saja. Aku masih ganti pakaian," balas Claire. Lunar menurut. Ia menekan tombol pengeras suara agar Claire juga dapat mendengar suara Rainer. "My Lady?" "Kak Rainer. Aku Lunar. Kak Claire masih di ruang ganti." "Oh, oke. Nanti aku telepon lagi." "Eh, Kak. Gak papa, ngomong aja. Ini aku pasang pengeras suara kok, jadi Kak Claire bisa mendengar suara Kak Rainer."
1012.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 285 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Perlahan Alexa mulai membuka lembaran surat dan membaca tulisan tangan yang tertulis di sana. “Yang terhormat Raja Foxi Deantarius, permaisuri Luxi, putri Trixi, pangeran Dex dan putri Nixi. Yang terhormat para petinggi Kerajaan Lunar. Salam hormat untuk anda semuanya. Yang saya hormati tuan pengembara. Saya mohon maaf atas kelancangan saya menulis surat tidak resmi dengan pembukaan yang kurang sopan ini, mohon maklumnya karena saya tidak punya waktu banyak untuk menulis surat yang panjang.”
9.626.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 643 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Suami Tampan Tapi Pelit

Suami Tampan Tapi Pelit

"Aku akan pikirkan baik-baik. Terima kasih, Rin." --- Setelah beberapa hari merenung, Luna akhirnya mengambil keputusan. Ia menerima tawaran itu dan mulai bersiap untuk pindah. Di malam terakhir sebelum keberangkatannya, Luna menulis sebuah surat untuk Ardi. Surat itu bukan tentang harapan untuk kembali, melainkan tentang perpisahan yang damai. "Mas Ardi,
943 viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
SANG INDIGO

SANG INDIGO

Namun Luna merasa tidak asing dengan keduanya. Dia mengarahkan senternya lagi. Kali ini tujuannya adalah lantai. Mata Luna menyipit dia melihat bekas noda hitam di lantai. Dia langsung mendekat ke sana. Luna menyadari itu bekas benda yang dibakar. Bekas kehitaman masih tersisa, namun kapan benda itu dibakar Luna tidak tahu. Setelah dari sana Luna beranjak ke dua buah meja persegi. Daripada dianggap meja, lebih tepat jika disebut dua kotak persegi panjang besar. Senter kembali di arahkan ke atas persegi. Luna melihat ukiran nama di sana. Ukiran tersebut indah, seperti tulisan yang menggunakan font latin romawi. Untungnya ukiran tersebut menggunakan huruf alfabet sehingga Luna bisa membacanya.
1043.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang lunar letters
Ipakita ang mga Review (50)
Read
+Library
Rainfall
Halo semua, autor di sini. maaf banget sempet lama hiatus. sebenernya ada alasan kenapa hiatus lama. ada kejadian janggal ketika autor nulis sang indigo ini. salah satunya ketika lagi nulis ada yang nendang kursi sampe jatoh padahal autor di rumah lagi sendiri. sekarang aku bakal coba nulis lg ...
Renti Sucia
Bagus banget ceritanya. Kasian Luna, diperlakukan begitu buruk karena punya kemampuan bisa lihat makhluk halus. Bener kayaknya, ya, punya kemampuan begitu itu nggak selalu menyenangkan sprti di film2.
Basahin ang Lahat ng Review
LUNA

LUNA

Jentikan pada kertas meninggalkan bekas lipatan pada kertas tersebut. "Sedikit mengecewakan memang. Kita lihat cara apa yang bisa ku pakai untuk mendekatimu." Luna mengangkat ponselnya yang sedari tadi bergetar dengan mode silent. Nomor tidak di ketahui terpampang pada layar posel tersebut. Pastilah ini dari organisasi. Kim, siapa lagi. "Ya" ucap Luna di sela kegiatannya mencerna informasi. "Kau sudah menerima file nya?"
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 98 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Luna dan Para Garda Patriot

Luna dan Para Garda Patriot

Cahayanya yang tadi siang redup sekarang bersinar lebih terang karena kegelapan, seperti bintang di malam hari. Luna menghitung dari satu sampai sepuluh dalam hati. Ia mengintip keluar sekali lagi untuk memastikan Papanya masih larut dalam mimpi. Lalu, dengan tangan gemetar Luna meraih salah satu dari tujuh kristal matahari itu.
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 183 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Clara dan Kieran menanam pohon pinus kecil, lambang ketahanan dan kedamaian. “Setiap pohon ini,” ucap Clara kepada mereka semua, “akan jadi penanda bahwa kita pernah memilih hidup, bahkan saat kematian lebih mudah.” Aretha merekam semuanya, dan menamakannya: Taman Kenangan Ayla. 4. Hari Ketika Surat Itu Datang Suatu sore, Luna berlari masuk ke rumah sambil menggenggam amplop coklat tua. “Ibu Clara! Ayah Kieran! Surat dari Timur!”
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 72 Beses bilang lunar letters
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status