200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan
Sebagian dirinya masih berusaha menyangkal—mungkin ini bukan Haikal sahabatnya, mungkin hanya kebetulan ada orang lain yang duduk di area yang sama.
Ia menekan profil akun itu perlahan. Itu jelas bukan akun utama yang biasa dipakai Haikal. Lelaki itu lebih sering bercanda atau nge-tweet receh di T*****r. Mereka berdua bahkan saling berteman. Username yang Lia lihat ini lebih sunyi, follower-nya sedikit, hampir tidak ada interaksi. Tapi… foto profilnya siluet gitar, persis seperti stiker yang pernah ia lihat menempel di case HP Haikal.
“Ini beneran second acc lo, Kal?” Lia bangkit duduk, menahan napas.