Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Why

Why

Kebohongan Alya "Apa kamu bisa dipercaya?!" "Jika kamu berbohong, kamu akan tahu apa yang kulakukan padamu?!" tanya Jaden mulai menurunkan nada emosinya. "Tentu saja, Tuan. Anda bisa mempercayai saya, karena saya bukan wanita yang suka berbohong," jawab Alya dengan nada meyakinkan. Namun, lain di mulut lain di hati. Alya berbohong di depan Jaden, karena ia tidak mau mati konyol di tangan anak buah Jaden.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 553 Times as lying
Read
+Library
Alice

Alice

"Bang, piala diamond ilang!" "APA?!"
105.8K viewsOn holdAdded to Library 178 Times as lying
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

Speranza berdehem sebagai balasan. "Apa kau benar-benar cemburu saat di uks tadi?" tanya Yasa membuat Speranza berhenti meminum sodanya. Yasa menatap Speranza untuk mendapatkan jawaban. Speranza menggeleng. "Tidak, aku hanya mudah marah," jawabnya dan meminum soda kembali. Yasa tersenyum senang. "Baguslah, aku pikir kau cemburu kepada Lovie," ujar Yasa dengan senang.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as lying
Read
+Library
Liara

Liara

"Sudah dari tadi?" Berdiri tegak di depan ayunan, Hagan mengernyitkan dahi. "Tidak sakit duduk seperti itu?" Ia kembali membungkuk, menarik ke atas kaus hitam yang Liara pakai. Luka di perut kanan si perempuan sudah tak diperban. "Tidak sakit. Sudah baik. Hanya tinggal menunggu lebih kering lagi." Liara menjelaskan. Rambut hitam si pria ditatapi agak lama.
9.534.8K viewsCompletedAdded to Library 940 Times as lying
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

Semoga saja tidak pernah ***. Victor berjalan dengan tenang melewati lobby gedung perusahaannya. Walaupun Victor tidak menunjukkan ekspresi apapun, aura yang melingkupinya tetap hitam. Bahkan, seketika lobby menjadi sunyi begitu Victor memasukinya. Para staf hanya berada menundukkan kepalanya, terlalu segan untuk menyapa Victor. Menurut para karyawan, Victor hanya memiliki tiga ekspresi, yaitu santai, dingin, dan tanpa ekspresi—walaupun tanpa ekspresi harusnya tidak termasuk dalam ekspresi, namun bagi Victor, tanpa ekspresi merupakan sebuah ekspresi. Dari ketiga ekspresi tersebut, yang paling menyeramkan adalah wajah tanpa ekspresinya.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as lying
Read
+Library
LALI

LALI

Meski sorot mata itu menunjukkan dengan jelas rona kepedihan yang ia simpan. Harusnya hari ini hari bahagia kita, Kang. Kepalanya menunduk. Sanggul di kepalanya semakin berat. Di tambah dengan baju kebaya berwarna putih yang kini melekat di tubuhnya. Air mata itu menetes lagi. Betapa banyak air mata yang telah di keluarkan. “Maafkan saya, Mbak.” Suara Asih mengagetkan ibu muda yang tengah merias.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as lying
Read
+Library
Adoration

Adoration

Bibirnya mendadak monyong, ini pertanda bahwa perasaannya sedang tak nyaman. “Coba sekarang Bunda yang tanya. Apa yang lagi Soga pikirin?” ucapnya berharap Soga terbawa permainannya. “Mikirin Bunda,” jawabnya lugu. “Mikirin Bunda yang lagi sakit atau pernikahan Bunda?” “Dua-duanya.” “Kalau yang buat Soga pusing tentang sakit Bunda atau pernikahan Bunda?” “Pernikahan Bunda.”
105.6K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as lying
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Gadis tujuh belas tahun itu abnormal. ***
9.96.2K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as lying
Read
+Library
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Aku pun menurut. “Ah ya, boleh,” jawabku terpaksa. “Lex, kau harus tau, bahwa gadis ini sama-sama gilanya dengan kita.” “Benarkah? Berarti itu bagus. Kita memiliki banyak kecocokan,” ucap Alexi yang senang dengan perkataan Liza. Astaga, memangnya kecocokan apa? Aku bahkan baru mengenal dirinya. Bisa-bisanya ia bilang seperti itu.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as lying
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status