Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dara Ameera

Dara Ameera

Dara menghapus air mata nya dengan kasar, selama ia berada di dalam lift entah mengapa air mata nya tidak pernah berhenti untuk mengalir. Beruntung saat ia menaiki lift, tidak ada orang lain yang masuk sampai akhirnya ia sampai di lobby perusahaan milik Danu ini. Seharusnya, ia memang tidak pernah datang kemari dan akhirnya membiarkan dirinya di hina seperti itu oleh Danu, Salsa serta Andrea. Seharusnya ia tahu, jika Danu pasti tidak akan pernah melepaskannya, dan membiarkannya di hina dan menjadi bahan ejekan mereka.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as lynn van der sar
Read
+Library
Lavrinda Tersayang

Lavrinda Tersayang

tanya Lavrinda. “Dia masih ingin kembali ke sini. Saat ini katanya dia menjadi agen ganda dalam kubu pro republik.” Jawab Agnes. “Juga ada kartel saingan baru namanya El Sai.” Lavrinda mengambil flashdisk tersebut. “Ayo Agnes ke kamarku. Kita bermain bertiga. Kalau kamu menjadi yang kedua aku tidak apa-apa.” “Lalu makanan ini?” tanya Maria.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lynn van der sar
Read
+Library
RIAN RAINA

RIAN RAINA

gumam Raina. ******************************
9.352.2K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as lynn van der sar
Read
+Library
Jodi Ruman

Jodi Ruman

Bilah-bilah sisir itu membantu Afi menyatukan semua helaian rambut sebelum dikuncir. Selesai menata rambut, Afi berlanjut memoles wajah. Tidak banyak effort. Hanya menabuhkan sponge bedak padat berwarna kuning langsat ke seluruh permukaan wajah. Diteruskan dengan memoles bibir dengan liptint merah. Tidak ada eyelash extention ataupun eyeliner. Afi membiarkan garis atas dan bawah matanya terlihat alami.
8.716.7K viewsOngoingAdded to Library 401 Times as lynn van der sar
Read
+Library
Lusia

Lusia

Mereka yang terpantik amarahnya, di redakan dengan interuski Leon untuk tetap tenang. “Aku akan membawa pulang, wanitaku.” Tegas Aaron. Leon menggeleng. “Wanita yang bahkan terkapar di jalanan di tengah – tengah badai?” tanya Leon dengan sangsi, “Saya bahkan meragukan penglihatan saya, kalau wanita ini benar wanita anda.” Aaron mencoba menahan emosinya, “Apa saya perlu menunjukan video sebagai butki. Tuan Leon?” Aaron mengangkat sebelah alisnya dan menatap lurus ke arah Lusia yang sudah pucat.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 158 Times as lynn van der sar
Read
+Library
ARINDA

ARINDA

Dia tak bisa mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya, dia belum siap untuk dipandang hina. Robin mengangguk-angguk dengan puas. "Pak Zayn memang sangat pintar memilih perempuan," ujarnya yang tak mendapatkan sahutan, dan Robin kemudian memilih untuk diam. Sisa perjalanan mereka akhirnya hanya diisi oleh keheningan. Hanya sesekali Robin melirik Nona barunya-- setidaknya menurutnya mulai saat ini Arinda memang majikannya. Robin sebenarnya cukup penasaran dengan raut wajah Arinda yang terlihat tak menampakkan ekspresi senang sama sekali. Sebaliknya, raut wajah wanita itu malah lebih terlihat terpaksa. Ada apa? Bukankah dia seharusnya senang? Pikir Robin. Menjadi kekasih dari seorang Zayn Abrah
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as lynn van der sar
Read
+Library
Nadira

Nadira

deliknya menatap datar. Rey dengan reflek melepas tangannya, mengerjab ketika atmoster di sekitarnya mendingin. "Balik ke kalas lu, gih. Udah bel." Lingga menatap Nadira lekat. Aura cewek itu sama persis dengan Aura yang Arya miliki, sama persis, pekat.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as lynn van der sar
Read
+Library
SHANIA

SHANIA

titah Alan. ***
108.7K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as lynn van der sar
Read
+Library
Liara

Liara

Dari pinggir kolam renang Redrick bicara pada perempuan di sisi seberang. Lebih baik siksaan apa pun daripada ini. Liara menatap penuh harap pada air kolam yang tenang. Dalam hai, ia berdoa semoga kali Hagan tidak lagi menolongnya keluar dari maut. Satu lompatan, Liara terjun ke dalam kolam. Melesak ke dasar, lalu berdiam di sana.
9.534.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as lynn van der sar
Read
+Library
SUSAN

SUSAN

tanya Susan setelah dokter selesai membebat luka Sidney. "Dia menyabotase mobilku dan menembakku." Susan hanya bisa membekap mulutnya sendiri karena benar-benar tidak tahan membayangkan betapa mengerikannya hal itu. Susan yakin akan ikut gila jika sampai Sidney celaka. "Siapa dia? " "Namanya Paris Parker, " kata Sidney. "Parish Parker!" kutip Susan seperti masih tidak percaya, meski jelas wajah mereka sama persis dan seharusnya nama belakang yang sama sudah bukan hal mengejutkan lagi.
1070.4K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as lynn van der sar
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status