MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!
Dia menggaruk tengkuk sambil nyengir kuda.
“Sini, Jingga. Mama mau bicara.” Aku mengisyaratkan dia untuk mendekat.
“Iya, Ma.” Dia pun duduk di sampingku.
“Cobalah cari panggilan yang mesra. Banyu belum terlalu tua untuk kamu panggil Aa, Akang, Mas atau Abang. Mama dulu sama almarhum Papa kamu, kalau tak ada anak di depan kami masih manggil Mas, tuh. Meskipun menurut sebagian orang panggilan itu sepertinya tak penting, tapi itu cukup berpengaruh pada sebuah hubungan. Itu yang Mama rasakan dulu.”