Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jungle Love

Jungle Love

SEPASANG manusia yang tengah terperangkap di hutan itu pun makan malam bersama. Diiringi orkestrasi suara aneka hewan malam yang begitu riuh rendah, terdengar sangat menenteramkan hati. Keduanya makan tanpa berbicara. Tiara sudah mulai membiasakan diri dengan menu apa adanya. Yakni hanya berupa ikan bakar dan talas, yang kali ini direbus. Abdi juga merebus beberapa sayur-sayuran entah apa.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Embun Cinta

Embun Cinta

Jimat berkomentar dengan mulut penuh makanan. Mereka makan dengan makanan yang sepenuhnya hasil olahan sayur-sayuran. Daun singkong ditambah dengan ikan hasil tangkapan kakek dari sungai, dan sambal korek. Aurel sama-sama semangat seperti Jimat. Namun Dika dan Misa tampaknya tidak terlalu suka dengan makanannya. Misa hanya mengambil ikan, sedangkan Dika hanya mengambil sambal memetik kemangi dari luar. “Eh, Dik, makan ikan laut biar cerdas,” ujar Jimat di tengah-tengah acara makan-makan.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

Mereka duduk di meja paling sudut, karena keakraban keduanya bahkan lebih aneh dari pada sepasang suami-istri. Pindah ke restoran kedua, 30 menit kemudian—mereka ngebut menghabiskan apa yang dipesan agar bisa mengunjungi 100 restoran sekaligus dalam semalam—semangkuk Soto Bangkong membuat Mawar ngiler. Setelah beberapa suapan, Mawar kembali menjelaskan rasanya kepada Abizar agar Abizar bisa ikut membayangkannya, karena apa yang dirasakan lidahnya selalu hambar tanpa rasa.
1012.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 400 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Tergoda Teman Papa

Tergoda Teman Papa

“Seru?” Bricia menggeleng pelan. “Banget! Kayaknya lebih seru kalau kita tinggal bareng satu atap setiap hari.” Andrew tertawa lebar membayangkan hal itu. Dan di meja makan itu, dengan makanan seadanya, bahkan kadang aneh, yang membuat semuanya terasa istimewa bukan apa yang dimakan. Tapi siapa yang duduk bersama saat itu. ***
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 853 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
WARISAN DARI BAPAK

WARISAN DARI BAPAK

Aku dan Mas Lian makan sepiring berdua. Kami memang sering begini, supaya keromantisan kami tetap terjaga. "Makan sepiring berdua, enak bener nggak harys nyuapin anak," ucap Mbak Ambar. "Kamu nyinyir sekali lagi, kujahit mulutmu, Mbar!"ucap Mbak Ratih. Bapak hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kami. Mas Helmi makan dengan rakus, seolah ia tak ingat dengan kejadian tadi siang.
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Paman Tiriku

Gairah Liar Paman Tiriku

sambungnya. “Mantan, bukankah itu hanya masa lalu. Sebaiknya nggak perlu dibahas karena akan merusak hubungan baru nantinya.” “Benar, kamu benar sekali Devan.” Maira merasa puas dengan respon yang Devan tunjukkan. Tak lama menu makanan yang mereka pesan pun datang. Nathan menggeser sepiring nasi goreng untuk Maira, tak hanya itu dia juga memesan chicken wing dan minuman kesukaan Maira.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Anak Jendral dan Desa Penyamun

Anak Jendral dan Desa Penyamun

Bantah Bara saat memperlihatkan rantang itu di meja makan. "Baiklah, kalau begitu mari makan." ajak Sekar. Saat mereka menyantap hidangan di meja, Bara baru menyadari tak ada penghuni lain yang ikut makan bersamanya. Di meja itu yang duduk hanya dia, Sekar dan Mbok Marni. Bara mengunyah pelan makanannya, seolah sistem pencernaannya tak menerima makanan itu. "Waduh Mas, nanti kembung loh." Mbok Marni menegur Bara yang sedari tadi makan, minum, makan, minum secara bergantian
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

ucap pak andre " makasih pak, saya nanti makan bareng sama anak anak saja pak." " kamu tetap di sini aida, duduk!" titah pak arif {sil, lo makan bekel gue ya, gue makan bareng di sini} {perasaan tadi lo ga keluar } {iya, gue makan di ruang meeting bareng pak arif,.pak andre sama nurma} {makasih ya beb, tiap hari aja gini,ngirit gue😉} {siapa yang bilang gratis, bayar 30rb lah}
563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Hasrat Terlarang Abang Ipar

Hasrat Terlarang Abang Ipar

“Mas Mahen sepertinya alergi seafood.” Tama tertawa kecil mendengar ucapan Maudy. Ia merasa tergelitik dengan ucapan menantunya itu. “Mahen itu pemakan segalanya, Maudy. Dia tidak ada alergi sama sekali.” Tama menjelaskan.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Anomali Dunia Darma

Anomali Dunia Darma

Yuuta tidak meneruskan kegelisahannya yang tergambar dalam spekulasi kasar. “Maka, aku menjadi salah satu yang mendukung untuk, sebaiknya kita kabur saja. Kita tidak tahu seberapa kuat musuh kita, melawannya bukan opsi yang bagus.” Menu makan malam yang tidak bertambah spesial. Nasi putih yang ditemani tumis bayam-jagung, dan telur mata sapi. Semua yang ada di piring telah mendingin, kecuali milik Bara, dia sudah telan semua yang ada di piringnya. Tempo hari kami, aku dan Yuuta pernah mendiskusikan siapa koki di balik sarapan, makan siang dan makan malam kami. Rasanya tidak terlalu buruk, bahkan Bara tidak pernah menolak untuk makan, walau di hari pertama. Bara bukan seseorang yang rakus, ha
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status