Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ah! Mantap Sekali Mbak

Ah! Mantap Sekali Mbak

kata Bara sambil tersenyum, berusaha menunjukkan wajah ceria agar Lola tidak curiga dengan apa yang sedang terjadi padanya. Setelah setengah jam bermain, hari mulai gelap. Mereka pun berhenti dan bersiap makan malam bersama. Saat duduk di meja makan, Bara terkejut melihat makanan yang tersaji. Ada daging dan juga udang yang terlihat begitu menggugah selera.
1053.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Martabak Setan

Martabak Setan

Dimas berlalu dengan mobilnya, ia kembali masuk dan mencari Devin yang tak kembali juga dari dapur. “Hahaaa ... kamu ini ada-ada saja, Devin.” Terdengar tawa renyah dari Parida. “Benaran, Mak, Devin serius loh.” Devin pun tertawa pula. Zilga semakin penasaran akan obrolan Sang Mamak dan Devin, saat ia tiba di dapur, keduanya terlihat sedang duduk di depan meja makan dengan sambil mencemil kue lebaran.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 546 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Om Bara

Istri Kedua Om Bara

Aurora dan Sabiru berbisik-bisik sejenak, lalu menjawab serempak, “Mall!” Tanpa ragu, Bara mengangguk setuju. Mereka pun menghabiskan waktu sore itu bersama, makan siang, membeli makanan ringan, dan bermain di arkade dengan penuh kebahagiaan. Suasana hangat dan tawa anak-anaknya sedikit demi sedikit mengusir semua kegelisahan di hati Keira.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
KAU CAMPAKKAN DIRIKU

KAU CAMPAKKAN DIRIKU

"Mau ikut ke peternakan sapi,dek?". Tanya Gabbar, menikmati secangkir kopi buatan sang istri. "Gak bang,mau di rumah sama ibu. Kami mau masak-masak bareng,jangan lama-lama nanti yah. Biar kita bisa makan bareng loh,satu lagi sore ke desa sebelah mau ambil beberapa barang penting". Mia, duduk manis di dekat suaminya.
92.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Yaaa, semoga aja dia gak satu pemikiran sama yang lain deh. MyBeng Aamiin bby. Oh iya, katanya kamu mau makan? Ini aku juga mau makan jadi bareng. Iya ini mau bikin nasgor ah mumpung ada cabe hehehe. MyBeng Awas ke pedesan ntar sakit perut lagi kayak waktu itu. Iya gak bakal bby. Bentar ya sambil masak aku nya hehehhe. MyBeng Oke sayang! .
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

kata Ki Puji sambil tertawa, tapi wajahnya ceria. Tanpa di suruh lagi, keduanya langsung makan dengan sangat lahap. Mereka tak bertanya darimana nasi dan ikan bakar ini, yang hanya di kasih bumbu cabe rawit, asam jawa dan garam, sayurnya hanya…dedaunan yang tak merek kenal. Raka sudah 3X nambah, Mante baru mau ke 3, dua wadah nasi yang bisa kasih makan 2 orang dewasa ludes tak bersisa dalam waktu singkat.
9.52.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81.5K kali sebagai mabar makan bareng
Tampilkan Ulasan (76)
Baca
+Pustaka
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

ujar Tina kembali. "Ah .., mitos itu, sudah jangan dibahas lagi. Sekarang kita jalan ke mana ni, mumpung libur bareng?" tanya teman Rani yang lainnya. "Kita shoping ke mall saja yuk, sekalian makan siang bersama! Kamu bawa mobil kan Mel?" sahut Tina dengan antusias. "Bawa dong, ayo kita pergi ke mall, tapi aku mau ke toilet dulu sebentar!" Rani menyetujui rencana temannya.
9.725.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 915 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

“Lagian Gua masih gak habis pikir sama Raka, bisa-bisanya cewek temen sendiri diembat. Belum pernah apa dia ditelanjangin terus digantung di monas.” Aku tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan Gede. Bisa-bisanya dia ngebanyol ketika lagi serius seperti ini. “Bukannya Lo satu spesies sama dia?” “Gak lah, seburuk-buruknya gua enggak akan ngembat punya temen, Men. Meskipun, gua buaya, tapi masih kategori baik.” Tawaku semakin kencang. Tidak salah membawa si kunyuk satu ini. Sakit perut aku dibuatnya.
9.9208.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Bittersweet

Bittersweet

"Makasih ma" Setelah Mara pergi dari dapur, mereka berdua menghabiskan makan siang mereka dengan cepat. Mereka sudah tidak sabar untuk bermain game di PS5 yang dimiliki Gara. Sehabis makan, mereka tidak lupa untuk mencuci dan membersihkan meja makan yang mereka gunakan, lalu pergi ke kamar Gara. "Cepetan idupin" perintah Nandara "Dih, apaan lo nyuruh-nyuruh gue!" sahut Gara sambil menjatuhkan badannya diatas kasur yang empuk.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mabar makan bareng
Baca
+Pustaka
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Andre menawarkan makanannya pada teman kami yang baru masuk itu. Mas Fajar ditawari makanan? Jelas saja dia nggak menolak. Nggak ditawarin aja dia minta, apalagi disodorin gitu, uh, tambah semangat deh. Mbak Rere yang setia mengekor pada suaminya juga ikut makan. Suasana sarapan kami jadi makin seru. Sayangnya cuma kami berempat yang sempat mencicipi kimbab buatan Andre. Bang Ucok, dan yang lainnya, yang datang belakangan hanya bisa mencicipi rasa kecewa karena melihat piring yang sudah kosong.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai mabar makan bareng
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
Jika berkenan mohon berikan ulasan tentang novel ini agar saya tahu apa yg pembaca sukai/tidak sukai. (Saya "bayi" penulis yg baru belajar berjalan.) Saya terbuka thd kritik & saran yg membangun, yg akan berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status