CINTA YANG SALAH ANAK ANGKAT DAN SUAMIKU
Bik Darti dan Mbok Sum nampak terengah-engah mengikutiku dari belakang.
“Ibuk, hebat, masih banyak energinya. Lari terus, Bu ...!” Mbok Sum menyemangati.
“Iya, Ibuk, ya, kayak nggak capek, loch, larinya. Badannya sehat emang, makanya lari juga nggak keabisan napas kaya kita, Mbok,” lanjut Bik Darti terkekeh.
“Ayoklah, Bik, Mbok, jangan kalah kaya orang-orang tuh pada lari, baru juga empat putaran,” godaku pada mereka.
Hot Chapters