Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
Setelah menguasai sinkronisasi fisiknya dengan Caelum kemarin, kini saatnya ia menguji batas baru dari sihirnya—sesuatu yang selama ini terbelenggu oleh Sumpah Darah yang kini telah retak.
Ia memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, dan mulai memfokuskan pikirannya pada tanda di telapak tangan kanannya.
"Buka." bisiknya pelan.
Seketika, aliran mana di tubuh Celestine yang biasanya mengalir seperti sungai yang tenang, berubah menjadi ombak yang menderu. Pendar emas dari ekstrak bunga Moonlight yang telah menyatu dengan darahnya mulai memancar keluar, menyelimuti tubuhnya dalam aura yang tampak seperti jubah cahaya transparan.