Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
tanya Kinan seraya mencium salah satu bunga jenis mawar yang tumbuh di sebuah pot bewarna putih. "Aku yang memilih tempat ini," jawab Noah. "Wah kau memang tau apa yang kusuka." Kinan tersenyum ke arah Noah, seraya mengibaskan rambutnya pelan. "Baiklah, mana pria itu." "Namanya Ervan," kata Noah lalu kemudian mengarahkan matanya ke sosok pria yang baru saja tiba. "Dan itu dia."
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Aroma itu… mengingatkanku pada masa kecil. Penjual bunga, seorang wanita paruh baya, tersenyum padaku. “Lavender bagus untuk tidur nyenyak, Nak,” katanya ramah. Aku mengangguk dan mengambil seikat. “Saya butuh itu. Untuk malam ini.” Dia tertawa kecil, lalu membungkuskannya hati-hati. “Bukan cuma untuk tidur. Tapi juga untuk damai di hati.”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Mandul

Mandul

kata Kei sembari mendekati lelaki muda itu. "Kau hebat Kei. Jika kau tidak membaw kabar ini aku pasti akan mematahkan kedua tangan orang tak berguna ini." menerima sebuah map coklat dan secepat kilat membukanya. "Namanya Riri? Nama yang bagus. Hah? Wanita itu dimadu?" kedua netra lelaki itu hampir keluar dari tempatnya. "Benar Tuan muda. Apa anda memiliki perintah selanjutnya? Kemungkinan nona itu kembali di kediaman suaminya."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

" Mang Aan mencoba membuka topik agar suasana cair kembali. Rain mengangguk, ia tersenyum ramah. "Udah lama kenal Chandra?" "Baru beberapa hari pak." "Wah, hebat" Mang Aan tertawa, sementara Rain merasa bingung. "Kamu cewek pertama yang Chandra bawa ke sini, padahal kalian baru kenal beberapa hari." Mang Aan menunduk. "Cewek sebelumnya aja enggak pernah dibawa ke sini, padahal udah kenal bertahun-tahun," ucap Mang Aan dengan pelan, namun masih bisa didengar oleh Rain.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

tanyaku sambil melirik Riri yang di samping mas adrian Ternyata wanita bergaun merah itu memang dia. "Ko riri pulang malam dari mana ajh, bajunya ko kegini?" Tanyaku pada riri yang nampak gugup. "Tadi teman aku ulang tahun mbak makanya aku pulang malam, maaf lupa ijin sama mbak" jawabnya sambil terbata bata Lalu aku melirik ke arah mas Adrian "Tadi aku di ajak klien makan malam yang trus hp ku lowbat makanNya aku gak sempat kabarin kamu." Jawab adrian menyembunyikan kegugupannya
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Paman Presdir

Istri Kesayangan Paman Presdir

' batin Zelda. "Kenapa?" Zelda yang masih bingung sontak menoleh ke arah pamannya, di mana dia dengan suka rela membuka mulut dan menerima suapan kedua dari Marvin. "Ini … sayur apa, Paman?" tanya Zelda sembari menatap sayur di mangkuk. Warnanya hijau dan mirip dengan rumput daun lebar. "Mirip dengan Amaranthus spinosus," celutuk Zelda sembari mengamati sayur dalam mangkuk cantik dan antik tersebut.
1069.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Membalas ketulusan Putri Mianmian, Muyin menuangkan teh yang masih hangat dan asapnya tercium sangat wangi. “Bunga krisan dan madu?” tebak Muyin dari aromanya. “Iya, itu teh kesukaan Lang Jun. Aku sendiri lebih menyukai teh kulit jeruk dan sedikit bubuk kayu manis.” “Kalau begitu, Kakak Mian harus mencoba campuran teh kuncup mawar dan kelengkeng kering. Rasanya manis alami dan sifatnya menghangatkan, sangat ampuh untuk menenangkan pikiran serta membuat kulit Kakak lebih bercahaya. Besok aku akan bawakan racikan terbaik dari persediaanku khusus untuk Kakak.”
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

[ Author's Note : • Chakra = Mài lún - 脈輪 = Cakra . Cakra adalah kata yang berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti roda atau lingkaran. • Ajna = Mei Xin - 眉心 = Antara Alis. Jadi arti keseluruhannya adalah Lingkaran atau Roda Di antara Alis. ] "Pejamkan mata kalian...!" Kaisar Zhou Ming berkata kepada Calon Ayah Mertuanya dan Chu Yi Lian. Kemudian Kaisar Zhou Ming membacakan sebuah mantra, dan meletakkan Ibu Jarinya di tengah antara alis Chu De Hua dan kemudian juga di antara alis Chu Yi Lian untuk membuka Mata Ketiga mereka berdua.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 449 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Selir Chun! Kaisar Hanya Menginginkanmu!

Asap tipis mengepul dari dalamnya, menguarkan aroma pahit menusuk hidung. Tanpa berkata panjang, wanita itu mendekat, meletakkan cangkir air dari genggaman Chun Mei, lalu menggantinya dengan mangkuk obat itu. Gerakannya mantap, nyaris tak memberi ruang bagi sang ratu untuk menolak. “Minumlah,” ucap Chu Qiao akhirnya, suaranya datar, tanpa penjelasan lebih jauh. Chun Mei menatap cairan pekat dalam mangkuk. Warna hitam kehijauan itu berkilat samar di bawah cahaya senja.
1069.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mai chan
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nissa Salsabila
makasih kak thor untuk bab 260 nya. ini yg saya tunggu dari lama. ruang kaisar bersantai dengan ratu chun. biar terasa bucin nya kaisar :) selalu selipkan d setiap bab keromantisan kaisar dan ratunya ya kak. :)
Emaknya Trejo
meskipun aku agak kemusuhan dengan dirimu thor tp i luv u pull lah,makasih ya udh bkn novel sebagus ini,,yah walaupun sebagian ada yg bilang bertele-tele tp bagiku ini salah satu novel terseru yg pernah aku baca!!sekali lg mksh ya author
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Hangat Tuan Muda

Sentuhan Hangat Tuan Muda

kata Hung Mao. "Iya Pa." Mei Yan pergi ke dapur yang ada di luar rumah. Dia melihat ada tiga ekor ikan merah yang siap digoreng. Dia menyiapkan panci yang terbuat dari tanah untuk membuat sup tulang ayam.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mai chan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status