Raina
“Tapi menurutku sih wajar kalau misalnya keluarga kita menilai pasangan kita, asal gak berlebihan. Kayak yang bokap lakuin sebelum aku nikah, pastinya ada pembicaraan empat mata dengan kakak kamu yang menyangkut pernikahan.”
“Wajar gak sih?”
“Ya jelas wajar, Rain. Udah sih, tenang aja. Mas Arkan gak suka terong kok.”
“Eh, apaan coba? Jangan bikin otak anak perawan jadi ngeres ya, Za.”
Khanza terkekeh, lantas memasukan bawang yang tadi dia iris ke dalam penggorengan. “Mending bantuin masak sini, daripada galau gitu.”
Hot Chapters