Terjerat Gairah Pembantu Cantik
Bu Mala mengangguk pelan, tetapi ada sorot kesedihan yang sulit ia sembunyikan di matanya.
"Ma?" Nilam menatap ibunya dengan cemas. "Mama Kenapa?"
Bu Mala tersenyum tipis, berusaha terlihat tegar. "Gak apa-apa. Mama cuma... tiba-tiba kepikiran aja."
Nilam menggenggam tangan ibunya. "Kepikiran apa?"
Bu Mala menghela napas. "Setelah kamu nikah nanti, rumah ini pasti bakal sepi. Selama ini kita selalu bareng, tiap hari ngobrol, masak bareng, nonton TV sama-sama dari kecil..."