Bara Dendam Sagara
“Menyerah? Membiarkan semua suara ini menelanku hidup-hidup?”
“Kau masih belum mengerti, Nak,” sahut Ki Jatmika sambil berjalan perlahan mendekati sebuah air terjun megah yang mengalir deras tak jauh dari pantai. Gemuruh airnya jauh lebih keras daripada debur ombak. “Masalahmu bukan pada telingamu. Masalahmu ada di sini.” Ia mengetuk pelipisnya sendiri dengan jari telunjuk. “Pikiranmu yang terlalu berisik. Kau tidak mendengarkan, kau mencari. Kau cemas, kau tidak sabar, kau ingin segera menguasainya. Pikiranmu itulah badai yang sebenarnya. Bisikan Samudra tidak akan pernah terdengar oleh orang yang berteriak di dalam kepalanya sendiri.”
인기 회차