Setipis Benang Sutera
Lia tersenyum, "Iya, Bun. Lia sudah merasakan kebaikan itu sejak pertemuan pertama kami. Namun siapa sangka, bahwa ternyata takdir membawa kami ke sebuah ikatan bernama pernikahan. Situasinya saat itu begitu pelik. Semuanya terjadi begitu tiba-tiba. Bahkan Lia menerima usulan perjodohan kita tanpa berpikir panjang. Karena situasi saat itu benar-benar sulit untuk Lia.
Waktu berjalan, dan pernikahan ini akhirnya Lia syukuri. Setidaknya Lia cukup tahu bahwa lelaki yang menjadi suami Lia adalah lelaki yang baik.
Tapi, semua itu berubah saat malam pertama pernikahan kami, Bun ...." Lia menggantung kalimatnya.
"Berubah? Apa yang berubah, Lia?".
Hot Chapters