I'm Sorry Laras
bisiknya, suaranya hampir tak terdengar, tenggelam dalam mabuk yang kini menguasainya sepenuhnya.
Ia meraih botol itu lagi, namun tangannya tak lagi mampu mengangkatnya dengan benar. Botol itu tergelincir dari genggamannya, jatuh ke lantai dengan bunyi keras, dan sisa minuman keras di dalamnya mengalir membasahi lantai. Damar menatapnya dengan tatapan kosong, kepalanya miring ke samping, rambutnya yang basah oleh keringat menempel di dahinya. Mulutnya terbuka sedikit, napasnya tersengal-sengal, dan matanya perlahan terpejam. “Laras…” gumamnya untuk terakhir kali, suaranya hilang di tengah kebisingan, sebelum kepalanya terkulai ke meja, tenggelam dalam mabuk yang kini menjadi pelariannya dari
Bab Populer