WANITA PENAKLUK SAMUDRA
Dia adalah aset vital, ya, tapi dia juga orang asing di antara bangsanya sendiri.
Beberapa jam berlalu dalam perbaikan mendesak dan pembersihan puing. Malam telah tiba lagi, dan di kabinnya yang kecil, Mala akhirnya menemukan kedamaian singkat. Krael, suaminya, seorang Ksatria Badai yang gagah berani, masuk tanpa mengetuk, membawa dua cangkir teh hangat.
"Kau hebat hari ini," kata Krael, menyandarkan dahinya ke dahi Mala. Aroma kulitnya yang hangat dan garam laut selalu menjadi jangkar bagi Mala.