Cahaya Biru
Suaraku bergema keras tepat di telinganya.
"Berisik! Gue malas sekolah!" Balas Biru dengan teriakan yang tidak kalah kerasnya. Dia menutup telinganya dengan bantal, mencoba mengabaikan kenyataan bahwa hari sudah siang.
Frustrasi, aku keluar dari kamar, menemui Mama Siska yang sedang duduk santai menemani Papa Indra minum teh.
"Eh, mama. Biru katanya malas sekolah Ma," kataku sambil mengerucutkan bibir, berharap ada bantuan dari mama mertuaku itu.
Capítulos em Alta