Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

BAU MASAKAN DI TENGAH HUTAN

Meskipun perbuatan mereka salah, Malin tidak akan berani menolak ataupun membantahnya. Hingga suatu hari, tanpa sengaja Malin mendengar ucapan Pandak yang membuat Malin tersadar akan tipu daya mereka selama ini. Rasa sakit hatinya terhadap Parjo palsu dan Pandak membuatnya membabi buta. Malin mendatangi wanita tua yang bernama Nek Imah. Dia memberikan benda yang bisa membunuh anak dari Orang Pandak itu dan Malin juga memberitahukan kelemahan Pandak si buruk rupa agar bisa di kalahkan.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 387 Times as malin kundang short story
Read
+Library
SANG KUPU-KUPU MALAM

SANG KUPU-KUPU MALAM

Cakra yang tersenyum puas melihat koper penuh uang dihadapannya, “Ha ha ha ha ternyata tidak buruk juga memiliki anak perempuan yang cantik! Setidaknya aku bisa bersenang-senang sekarang!” “Ahhh…..dimana aku? Kenapa gelap sekali?” Belinda bertanya pada dirinya setelah dia sadar dan membuka matanya namun dia tidak dapat melihat apapun, semuanya gelap. “Apakah aku sudah mati? Apa aku berada didalam kubur?” “Nona, apakah anda sudah bangun?” tanya sebuah suara menyadarkan Belinda bahwa dia tidak sendirian disana. Suara itu….suara itu adalah suara seorang perempuan.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as malin kundang short story
Read
+Library
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

Di ujung cerita ini Di ujung kegelisahanmu Ku pandang tajam bola matamu Cantik dengarkanlah … aku Aku tak setampan Don Juan Tak ada yang lebih dari cintaku Tapi saat ini ku 'tak ragu Ku sungguh memintamu Jadilah pasangan hidupku Jadilah ibu dari anak-anakku Membuka mata Dan tertidur di sampingku Aku 'tak main-main Seperti lelaki yang lain Satu yang ku tahu … Ku ingin melamarmu … Suara Malik terdengar begitu merdu. Membuat para tamu bertepuk tangan.
9.647.4K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as malin kundang short story
Read
+Library
Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku

Satu Malam Singkat dengan Kakak Tiriku

" batinnya menggerutu. "Kamu pasti penasaran dengan malam itu. Malam di mana kita bersenang-senang di dalam Night Club. Setelah itu kamu membuat keributan di dalam mobil dengan memaksaku untuk menjamah--" "Stop, Galen!" sahut Manda dengan tegas. "Kamu sangat liar, Manda. Kamu--" "Stop! Stop, Galen! Hentikan! Aku gak mau lagi mendengar semua itu!" bentak Manda sambil berdiri dari duduknya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as malin kundang short story
Read
+Library
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

"Jangan, aku peringatkan. Dulu pernah ada orang asing ingin menjarah isi rumah ini. Tapi, apa kau tahu apa yang terjadi?" Abdullah menceritakan satu kisah yang menyeramkan, sampai ia tak mau mengeraskan suaranya. Kang Arya paham, meski ia tak melanjutkannya. Sedetik yang sangat membingungkan Kang Arya, ada kilatan cahaya putih membuatnya terhenyak. Satu gambaran empat pemuda yang terlihat seperti pendaki gunung menundukkan kepalanya bersamaan. Melihat ke arah tanah yang didekatnya ada api unggun.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as malin kundang short story
Read
+Library
MALAIKAT PENCURI AYAH

MALAIKAT PENCURI AYAH

jawab Bunda dengan nada sedih. "Kenapa kau bicara seperti itu saat mengenakan mukena dan menghadapi kitab suci. Aku tidak pergi membunuh orang atau pergi mencuri aku hanya menemui orang yang sudah halal kunikahi. Percayalah aku tidak lebih mencintainya dibandingkan dirimu."
109.3K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as malin kundang short story
Read
+Library
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Sudah bersiap untuk melakukan perjalanan jauh dari Kundar menuju ke Kuta Gandok yang berada di sebelah barat, kemudian akan berlanjut hingga ke Kuta Tandingan yang berada di lereng bukit di bawah kaki gunung Sanggabuana. Mereka berangkat dengan menggunakan kereta kuda baru yang dibeli oleh Darasoma pakai uang hasil penjualan tanah dan rumah. Gerobak itu ditarik oleh dua ekor kuda berukuran tinggi besar milik Darasoma dan juga kepunyaan Rangkuti. "Selamat tinggal Kundar...." Rangkuti berteriak dengan menengadahkan wajah. Rasmini dan Darasoma tertawa kecil melihat sikap Rangkuti.
9.9166.5K viewsCompletedAdded to Library 4.8K Times as malin kundang short story
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Read All Reviews
Rahasia Malam Sultan

Rahasia Malam Sultan

Ia meletakkan pena bulunya perlahan, lalu bersandar pada kursi kayu ek miliknya dengan tatapan mata yang berkilat. "Jika kondisinya memang demikian... maka biarkan saja para wanita bodoh itu melanjutkan aksi mereka." Sepasang matanya menatap kosong ke arah jepitan lilin ruangan yang mulai meleleh turun. "Orang-orang yang sedang dikuasai oleh rasa marah yang besar akan selalu membuat kesalahan fatal dalam langkah mereka," batin Malik sinis. "Aku hanya perlu duduk manis menunggu sampai momentum yang tepat untuk menghancurkan mereka semua sekaligus."
101.8K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as malin kundang short story
Read
+Library
Pengawal Kesayangan Tuan Edward

Pengawal Kesayangan Tuan Edward

Sambil terus berlari, ia merobek sisa kain brokat yang masih menempel di lengannya, menyisakan pakaian putih compang-camping yang kini kotor oleh tanah dan darah. Ia sampai di sebuah gang sempit yang gelap dan lembap. Suara deru mobil pengawal ayahnya terdengar di kejauhan, menyisir jalanan utama. Marlina menyandarkan punggungnya pada dinding bata yang dingin, mencoba mengatur napasnya yang sesak. Matanya menatap tajam ke kegelapan di depannya. "Aku tidak bisa kembali," gumamnya pada diri sendiri, suaranya parau namun penuh tekad. "Marlina Andreas sudah mati di dalam mansion itu."
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as malin kundang short story
Read
+Library
Pengantin Pengganti Untuk Cucu Tuan Besar

Pengantin Pengganti Untuk Cucu Tuan Besar

tanya Mala. “Kamu butuh waktu sepuluh menit untuk tampil seperti ini saja?” “Memangnya apa yang kamu harapkan? Aku pakai gaun Cinderella dan sepatu kaca?” Tapi pria itu tidak menjawab, hanya berjalan mendahului Mala menuju mobil. “Ish, dasar orang aneh.” Sungut Mala seraya mengunci pintu rumahnya kemudian menyusul Kelon. Tiga jam perjalanan Mala habiskan dengan tidur, karena mobil yang nyaman, harum, dan dingin. Apa lagi kawan seperjalanannya adalah jelmaan Limbad.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as malin kundang short story
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status