Kutunggu Jandamu
Dengan dibantu ayah dan teman baikku, Murni, taman baca itu terus mengalami kemajuan hingga mendapat penghargaan tingkat kabupaten.
"Lian, aku mau kasitau sesuatu, tapi kamu jangan marah, ya," ucap Murni saat aku ikut mendampinginya di puskesmas, sebentar lagi ia akan melahirkan anak pertamanya.
"Ada apa?"
"Kata orang melahirkan itu antara hidup dan mati. Umpama aku tidak selamat, titip bayi dan juga suamiku, ya?"
"Astaghfirullah. Jangan sembarang ngomong, ih."
Hot Chapters