Setelah Dua Belas Tahun Pernikahan
"Mau, Ma."
"Saat pertama kali duduk di bangku kelas satu SD, Kakek kamu berkata sama Mama. Belajarlah yang rajin, buktikan sama Ayah kalau kamu hebat, kamu pintar dan bisa menjadi yang terbaik dalam menuntut ilmu. Kata-kata Kakek tersebut, selalu menjadi batu loncatan bagi Mama untuk giat belajar. Sampai akhirnya, tiba hari pembagian rapot. Kakekku minta maaf sama Mama karena tidak bisa mendampingi. Padahal saat itu Mama ingin sekali Kakekmu bisa datang supaya langsung melihat sendiri prestasi yang sudah Mama capai selama ini."
"Lalu, Ma? Mama sedih nggak?"
Hot Chapters