My Precious Husband
suara Ana begitu lirih dan gugup.
"Aku belum menggodamu Ana, tapi aku tahu cara nikmat untuk menggodamu. Berniat mencoba?" Kei membisikan telinga Ana. Suaranya berubah serak, hembusan nafasnya mengenai telinga Ana. Tanpa sadar Ana meremat baju Kei, membuat pria itu menaikkan satu alisnya. Pandangannya tertuju pada bibir pink Ana, tampak sangat menggiurkan, sejak awal Kei ingin sekali mencoba bibir itu, nampak kecil namun penuh. Bagaimana rasanya? Apakah semanis madu? Apakah begitu nikmat? Ah ingin sekali Kei mencobanya. Ana mengigit bibirnya tanpa maksud menggoda, itu sebuah tindakan refleks ketika ia cemas. Ya, Ana saat ini sedang cemas, ini kali pertama ia sedekat itu dengan seorang pria.
Sikat na Kabanata