Karena Mertua Serakah, Suamiku Diam-diam Menikah
Tentu saja bola mata ini langsung melebar, saat Kang Jaya mengucapkan apa imbalan jika ia berhasil sembuh dan jatuh cinta pada seorang wanita.
"Tapi kayaknya saya gak mungkin jatuh cinta sama Mbak Neneng, soalnya item."
"Aw! Sakit!" Kucubit saja kuat lengan juragan daster bau itu dengan kesal.
"Oh, jadinya mau yang tinggi, putih, glowing?" tanyaku dan disambut anggukan oleh pemuda itu.
"Noh, bihun baru diangkat dari aer panas. Putih, tinggi, glowing!" Kang Jaya terbahak, sedangkan aku meninggalkannya ke dapur sambil membawa mangkuk kotor.