MENIKAHI PRIA BURUK RUPA
Sejak tadi aku sudah merasa tidak enak badan apalagi sekarang harus naik mobil melewati jalan dengan banyak belokan membuatku semakin pusing.
"Kening kamu panas. Apakah kamu masih sakit? Kalau begitu kamu tidur aja, ya? Maaf, Ma, sepertinya tanya-tanyanya nanti saja dilanjutkan di rumah, ya. Biarkan Endah istirahat dulu." Tanpa menunggu persetujuan, Wiji meraih kepalaku dan membenamkan di dada bidangnya. Jujur, baru kali ini aku bisa begitu dekat dengan lelaki selain bapak, bahkan aku bisa mendengar detak jantungnya. Aku tidak mampu memberontak karena rasa pusing semakin menjadi. Toh, kami sudah sudah halal meski hanya nikah siri dan akan menikah secara resmi nanti.
Bu Marissa tersenyum dan
Hot Chapters