40 Hari Setelah Kematian Bapak
Mantra itu terucap dengan lantang, mantra yang memiliki arti, "Ratu Asih, penguasa yang terlupakan, pembawa kabar dari alam yang gelap. Datanglah dan bersatulah denganku, untuk menghancurkan, merobek tulang yang berserak."
Secara tiba-tiba, dari tanah di sekitar mereka, muncul makhluk besar, namun berbeda dari Sangkalana. Ini adalah sosok yang lebih besar tapi tak sebusuk Sangkalana. Meskipun iya, wajahnya juga tak kalah menyeramkan..
"Apa... apa ini?" Sangkalana berteriak, suaranya berubah keras.
Bab Populer