Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

Tangannya di pelintir ke belakang. "Lepaskan aku." Nyi Gendeng Sukmo meronta. Wanita itu berusaha untuk menginjak kaki Guru Besar. Empu Jagat Trengginas menggunakan sehelai rambut yang dilumuri darah. Lelaki tua itu kemudian merapalkan mantra. "Tali merah pengikat." Empu Jagat Trengginas melemparkan rambut tersebut yang kemudian menjadi panjang dan berbahaya.
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Indah tertegun melihat tekad Ambarani sehingga dia tak berani mencegahnya. Di rasa peringatannya tak dihiraukan, Kuncoro berdiri dari kursinya. “Tapi yang aku ucapkan tadi hanyalah sebagiannya. Aku baru ingat para tetua juga sering mengucap sebuah kalimat, semacam mantra penuntun. Mereka yakin mantra itu harus diucapkan untuk memanggilnya.” Dia menggeleng, mencoba mengingat. “Purnomo teko, gunung mampet dadi suoro, aku teko ojo lungo.”
1015.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Mantra-mantra kuno dalam bahasa Devari dari Kekaisaran Zolia. "Corulsis Striotis," bisiknya, mengingat mantra ciptaan Pallando yang dapat membuat target menjatuhkan apa pun yang dipegangnya. "Levitaulsis Animuro," mantra Dumdore yang memunculkan unsur dingin mematikan. "Decimashio Vespereos," karya Maediv yang membuat target mengantuk seperti orang mabuk. "Incantactum Lightesco," ciptaan Balthazar untuk mendinginkan area sekitar, membekukan sebagian besar area.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Pendekar Elemen Ganda

Pendekar Elemen Ganda

tanya Galuh dengan rasa ingin tahu. Mandala tersenyum, "Aku berasal dari Desa Jelok, tidak terlalu jauh dari sini, dan aku hanya seorang petualang biasa." Galuh mengangguk mengerti, terlihat tertarik dengan ucapan Mandala. "Sungguh? Aku tidak mengira kau hanya petualang biasa dengan kemampuan hebatmu. Aku sendiri berasal dari perguruan Gangga di Gunung Jangka, wilayah timur kekuasaan Kultus Senanjar. Tidak sehebat dirimu."
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Giok Naga Sang Kultivator Dewa

Giok Naga Sang Kultivator Dewa

'Jika mereka bukan orang yang berasal dari tempat yang sama dengan pemilik asli gulungan itu, maka mereka tak akan mendapatkan mantra penempa jiwa raga yang bisa melindungi mereka dari banyak ujian di menara sembilan tingkat itu'. "Tubuh Wajra dan Jiwa Dewa, benar-benar mantra penempa jiwa raga yang sangat hebat." Gu Lang kembali mengambil dadunya, dan melemparkan benda itu. Hingga dadu berhenti berputar dan menampakkan angka dua. Setelahnya, dua petak lantai muncul dan Gu Lang pun melangkah maju dengan hati yang was-was. Mungkin sejauh ini, dia masih terus beruntung, tapi bukankah ada saatnya juga dimana seseorang akan mengalami ketidakberuntungan?
9.318.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 490 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

Malam itu, suara tawa menyeramkan dari makhluk gaib bercampur dengan teriakan Bima dan Lila, menyisakan pertanyaan besar: apakah mereka harus melanjutkan ritual atau mundur untuk menyelamatkan keluarga mereka? Lila mengerang, tubuhnya terasa seperti disedot ke dalam kekosongan. Di dalam lingkaran ritual, ia melihat sekilas bayangan wajah-wajah penuh penderitaan yang muncul dan menghilang dalam cahaya hijau di dasar lubang akar Pohon Leluhur. Pak Gana melanjutkan mantra dengan suara gemetar, tetapi getaran di udara semakin kuat, seakan-akan alam sedang memberontak.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Pendekar Spirit Naga

Pendekar Spirit Naga

sahut sang patung. Chen menundukkan kepalanya , Chen menyadari mungkin dia sudah gagal mempelajari Tinju para dewa. "Manusia terima ini," ucap sang patung sambil melemparkan gulungan ke Chen. Chen menangkap gulungan itu dan menatap sang patung, Chen ingin bertanya apa isi gulungan yang di pegangnya. "Aku tau apa yang kamu pikirkan, Gulungan itu berupa mantra untuk mempelajari Jurus para dewa, aku yakin kamu bisa menguasainya," ucap sang patung.
62.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Pendekar Sembilan Matahari

Pendekar Sembilan Matahari

Wan Xin sekali lagi memuntahkan teratai emas, dan Mantra Ming Agung enam karakter meledak, berputar dan terbang, berubah menjadi cahaya keemasan untuk perlindungan. Pada saat yang sama, tali Buddha di lehernya langsung terputus, dan enam manik bersinar dengan cahaya Buddha. Masing-masing manik diukir dengan kata, Om, Mah, Ne, Ba, Mi, Hum. Enam manik-manik itu meledak seketika, berubah menjadi kekuatan agama Buddha dan memberkati enam karakter Mantra Ming Agung. Segera, keenam karakter kuno itu meluas lagi, seolah-olah telah berubah menjadi substansi. Cahaya keemasan menyilaukan, menghalangi langit, menghalangi jejak tangan besar iblis.
9.1145.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai mantra teluh galunggung
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Arjun Aaa
sebuah karya yg sangat layak di apresiasi karna tidak membuat pemersatu mengambang dgn rsa penasaran tingkat tinggi menunggu episode disisi lain kwalitas cerita jga sangat menarik simPATI tuk tdk ketinggalan satu biar satu babx, lanjut terus lur.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Dalam Selubung Mantra

Pendekar Dalam Selubung Mantra

Tangan gadis kecil itu semakin kuat menggenggam lengan Endaru sambil berbisik, “Tahan dirimu sejenak! Nanti aku bantu untuk bertemu dengannya tanpa sepengetahuan orang-orang!” Lamat-lamat terdengar sang warok merapal mantra, “Kyai sampar angin lumaku ing awang-awang, mego mendung kanggo tumpakan, ka gendhong ka idhit sakuat lakuku. Ya Allah, Ya Muhammad, Ya Jibril, Ya Mikail, Ya Isrofil, Ya Isro’il ....”[3]
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 424 kali sebagai mantra teluh galunggung
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Zhi
Keren, berkat penggunaan bahasa dan permainan kata-kata di dalamnya, kita bener-bener diajak kembali ke masa kerasnya zaman penjajahan bagi pribumi yang bukan main tidak adilnya. Salah satu buku yang bagus sejauh ini.
Rainfall
Jarang - jarang ada cerita yang ngangkat tentang budaya negara indonesia. Aku bener bener nikmatin. Di sini juga belajar kata kata baru. Belajar sekaligus nikmatin cerita, bener - bener hebat autornya
Baca Semua Ulasan
Mantra Cinta Kakak Ipar

Mantra Cinta Kakak Ipar

Titian itu tiada habisnya, terasa sangat panjang dan tanpa ujung. "Mama, Tolong!!!" teriakkan itu kembali terdengar lagi. Galuh semakin bergegas, tidak peduli dengan segala rintangan yang ada di hadapannya. Setelah sekian lama, peluh juga rasanya sudah mengering karena habis dikeluarkan, akhirnya Galuh sudah berada di ujung titian yang penuh dengan ketakutan itu. "Alhamdulillah ya Allah." Galuh menges pelan dadanya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mantra teluh galunggung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status