Tawanan Cinta Sang Penguasa
“Tapi apa pun itu... jangan dorong aku menjauh, Mia cara. Aku... tidak tahu cara bernapas tanpamu.”
“Oh”
Hanya oh??
Marco menunduk, menatap lantai kamar mereka yang remang, seolah kata itu—oh—baru saja menghantam dadanya seperti peluru diam. Tak ada pelukan, tak ada air mata, tak ada amarah. Hanya satu suku kata... yang terdengar seperti dinding tebal yang tiba-tiba berdiri di antara mereka.
“Aku menyeberangi samudra untuk pulang” katanya, suaranya serak. “Dan kau menjawab dengan... oh?”
Bab Populer