After Marriage
"Aku bisa marah kayak orang kesetanan sama kamu. Tapi, entah kenapa, aku enggak pernah bisa benci, sampai benar-benar enggak pengin lihat kamu. Kamu ngerti?"
Dean tak bersuara.
"Kamu itu aneh, Dean. Aku bisa marah, semarah-marahnya sama kamu. Tapi, di saat yang sama, aku juga bisa sangat cemas sama keadaan kamu. Aku enggak suka kamu hobi bohong, tukang tipu, suka main gila. Tapi, anehnya, aku enggak pernah punya pikiran untuk benar-benar pergi dari hidup kamu. Aku selalu ingin mastiin kalau Dean Sandi yang berengsek itu baik-baik aja, udah makan, tidurnya nyenyak dan enggak dicelakai sama pacarnya."