Cahaya Biru
sahut Biru, seraya duduk di tepi tempat tidur dan melipat tangan di depan dada.
Aku menatap Biru tajam, seolah ingin melontarkan seribu makian tapi tak jua keluar. "Lo tahu, gue benar-benar nggak mengerti kenapa gue harus menikah dengan lo," ujarku akhirnya, dengan suara bergetar menahan frustrasi.
"Ya udah, kalau lo mau ganti baju, ganti aja. Gue nggak akan lihat kok," Biru berkata santai, memalingkan wajahnya.
Bab Populer