Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mas Duda, I Love You

Mas Duda, I Love You

Biar aku masakin] Send! Jantungku gedebukan nunggu balasan. Tak berapa lama ada pesan balasan. [Apa aja. Asal dimasak dengan cinta, pasti enak] Wau..gombalan lebay sangat ini. Namun aku sukaa, gaes! Bodo amat yang tidak suka. Dunia ini milik aku dan Ridwan. Yang lain, ngontraak! Tips pertama dari emak sudah kulaksanakan dan sukses.
9.515.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 551 kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

“Sambil menunggu hujannya redah, ada sebuah lagu yang ingin aku dengarkan ke kamu.” “Lagu apa?” “Kamu dengarkan sendiri, ya.” Lalu, sebuah lagu berjudul Hush milik Lasse Lindh mengalun di tengah-tengah pelukan hangat mereka dan hujan yang sepertinya sengaja kembali menjebak mereka. “Ini kan … lagu waktu kita di toko lampu waktu itu,” tebak Gerta. “Kamu masih ingat rupanya. Dengarkan baik-baik liriknya.”
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

KUSINGKIRKAN MADUKU DENGAN ELEGAN

"Terserah mau ke mana. Nanti kita lihat-lihat dulu tempat yang enak buat berdua." Mas Gilang kembali tersenyum. Senyum yang menawan. Dia pamit ke masjid setelah mendengar adzan berkumandang dengan merdunya. Kubuka ponsel yang tergeletak di atas nakas. Ada beberapa pesan masuk. Dari Mas Adamkah? [Gimana rasanya dimadu, Lin? Tunggu saja tanggal mainnya, kamu pasti akan dicampakkan] Pesan itu muncul di ponselku. Dari nomor yang tak dikenal. Siapa ini? Maya? Tapi ini bukan nomer ponsel Maya.
1084.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Aku Mundur, Mas!

Aku Mundur, Mas!

Sarapan terakhir yang akan ku sajikan untuk Mas Adam dan maduku. Mas Adam dan Jesica berjalan bergandengan menuju meja makan. Ada sesak yang terasa didada. Mereka anggap apa diriku ini? Aku bukan patung yang tak memiliki perasaan. Dan mereka seperti tak mau tahu. "Kamu tidak kerja Ais?"tanya Mas Adam sambil mengunyah makanannya. Uhuuk...Uhuuk. Mas Adam terbatuk. Mungkin karena makan sambil berbicara. Aku dan Jesica memberikan segelas air putih secara bersamaan. Seperti yang ku duga Mas Adam lebih memilih segelas air putih yang Jesica berikan.
10129.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
ISTRI 100 KILOGRAM

ISTRI 100 KILOGRAM

Tak mampu buatmu Bersanding nyaman denganku Hingga kau pergi tinggalkan aku Terlambat sudah Kini kau tlah menemukan dia Seseorang yang mampu Membuatmu bahagia Ku ikhlaskan kau bersanding dengannya Aku titipkan dia Lanjutkan perjuanganku untuknya Bahagiakan dia Kau sayangi dia Sepertiku menyayangi nya Kan ku ikhlaskan dia Tak pantas ku bersanding dengannya Kan ku terima dengan lapang dada Aku bukan jodohnya Tes! Tanpa kusadari air mataku menetes mendengar lagu yang dibawakan oleh Mas Adam. Tidak lagi ku hiraukan Danis yang dari tadi bicara denganku.
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
DINGINNYA SUAMIKU

DINGINNYA SUAMIKU

Adam terlihat menyesal. "Enggak pa-pa, Bro. Alamatku, kamu tahu dari mana?" sahut Mas Arsya. "Dari Mama, dia tanya ke mamamu," jawab Adam dan diangguki oleh sang mama. Rupanya Mama Astri lama tidak mengikuti arisan bersama teman-temannya sejak aku melahirkan. Lantas, beliau baru mengikuti lagi pagi tadi. Sebelumnya, Mama memang pernah meng-upload tentang Afkar, hanya saja tidak pernah berbagi alamat Mas Arsya karena memang sudah diwanti-wanti sang putra. Namun, saat bertemu di arisan bersama, ibunda Adam mengajak bicara berdua dan meminta alamat Mas Arsya.
8.345.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Derita Istri Pertama

Derita Istri Pertama

Kata Mas Adi dengan suara yang sedikit bergetar. “Bukan hal itu yang ingin aku tanyakan. Tadi aku sempat sekilas membaca pesan dari Rumi. Katanya dia ingin memberi tahu perkataanmu dulu jika tidak mau pulang ke rumah.” Sendok yang sedang di pegang Mas Adi seketika terjatuh ke lantai.
25.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 852 kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Mas Adam tampak tersenyum, dia meraih tisu dan menyerahkannya padaku. "Terima kasih atas kepercayaan itu, saya akan berusaha mewujudkan harapanmu dan yang paling utama. Saya akan berusaha dengan segenap jiwa raga untuk membuatmu jatuh cinta dan hanya mencintai Mas seorang." Aku menarik napas mendengar ucapan Mas Adam tersebut. Entah kenapa hati bagai berguncang. "Yasudah Mas cari Dzabir dulu supaya kita bisa makan siang bersama."
9.167.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

"Sudah, Mas. Kita berangkat sekarang!" "Ya. Nunggu Mas Adam sebentar." * * * Selamat membaca 😍
10471.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.0K kali sebagai masa masa the adams lirik
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Langit
baga bngt sih ceritanya.terlepas dari aku gk suka sma darmawan sma salwa.apa iya gk ada hukum karma gue jadi mempertanyakan ini ada beneran apa enggak sih.karena darmawan sma salwa masih hidup enk.sdngkan andrean sendiri dg kesedihan dia.kok ada ank sebaik adrean kalo aku andrean dah benci bapak gue
Baca Semua Ulasan
Akhirnya Kumenemukanmu

Akhirnya Kumenemukanmu

sapa Mas Adam yang baru saja datang dari arah toilet yang ada di dekat mushola. "Hai, Mas. Berdua aja nih? Kencan dong?" seloroh Mas Dimas setelah ia melepas tautan tangannya. "Haiss, jan keras-keras," ucap Mas Adam sambil memukul pelan pangkal lengan milik Mas Dimas seraya terkekeh. "Yuk balik, Mas. Panas di sini," ajak Adinda yang langsung melangkah tanpa permisi.
1028.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 922 kali sebagai masa masa the adams lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status