Mas Duda, Beri Aku Lebih!
Rania dengan cepat ikut, dan tanpa basa basi lagi, Tuan Vale meninggalkan Arka berdiri mematung sendirian.
Dengan tangan yang gemetar hebat, Arka membuka segel amplop cokelat tersebut. Ia mengeluarkan selembar kertas putih di dalamnya, dan begitu matanya membaca baris demi baris tulisan tangan Gisel yang mendiktekan pesan Adrian, pertahanan dada Arka Malik runtuh seketika.
Air matanya menetes hebat, membasahi kertas surat tersebut saat matanya tertuju pada satu kalimat: