Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Udara malam itu terasa segar.
Tiba-tiba, dari balik bayangan tiang lampu, seorang pria bertubuh tegap dengan jaket hitam, topi rendah, dan masker wajah menutupi hampir seluruh wajahnya melesat keluar. Langkahnya cepat, sunyi, dan penuh niat. Di tangannya, bilah pisau memantulkan cahaya lampu jalanan dengan kilatan singkat yang jahat.
Maya, yang masih berdiri di pintu klinik, adalah satu-satunya yang melihat. “Awas, Pak Rendra!” teriaknya, suaranya pecah oleh kepanikan.
Bab Populer