Air Mata di Antara Bunga
“Nggak panas. Bagian mana yang sakit, Vanya?”
Wajahnya dipenuhi kekhawatiran, tapi justru itulah yang membuatku takut.
Dia jelas tak mencintaiku, tapi entah bagaimana selalu bisa membuatku merasa seakan-akan cintanya menusuk hingga ke tulang.
Aku hanya menggeleng, memaksakan senyum tipis.
“Mungkin karena jendelanya terbuka, jadi kena angin.”
Rangga melangkah ke jendela, lalu menutupnya.