Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Ia menyandarkan punggungnya dan mulai berbicara, kali ini dari hati.
“Hari ini, aku belajar lagi tentang rumah. Tentang bagaimana kadang rumah bukan cuma tembok dan atap, tapi juga hati yang mau terbuka. Aku baru tahu, ternyata cinta mertua itu seperti pagi di musim hujan—dingin di awal, tapi perlahan jadi hangat saat matahari datang.”
Suaranya sedikit bergetar, tapi lembut. Ia tak sadar, senyum itu perlahan berubah menjadi mata berkaca-kaca.