Suara Desahan Di Kamar Iparku
"Bisa aja lha wong dia loncat di tempat terus loncat-loncatnya pake sepatu roda makanya bisa lari."
"Garing banget sih."
"Kriuk dong, Ma, hahahaha."
"Udah ah, bercanda mulu. Dah fokus sekarang pandangan mata lurus ke depan."
"Dan tatap mata saya," ucapku lagi melanjutkan.
"Si ojan dong."
"Hahahaha."
"Udah ntar Mama pletak pake upil nih."
"Bukanya sakit itu, Ma. Tapi bau, jijay ih."