Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Cahaya monitor yang berkedip-kedip memantul di kulitnya yang polos, memberikan kilau keperakan pada setiap lengkung tubuhnya. Ia tidak menutupi dadanya yang membusung atau liang kenikmatannya yang masih basah. Sebaliknya, ia menyugar rambut hitam bergelombangnya ke belakang, memamerkan leher jenjangnya yang mulus. "Aku cuma memberikan apa yang mereka minta, Mas Mamat. Kamu tidak suka melihat kawan-kawanmu bahagia?" Mamat mendengus, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar seperti geraman rendah. "Bahagia? Kau membuat mereka terkapar sampai kering. Jadi yang kemarin juga perbuatanmu, ya."
5.8K viewsCompletedAdded to Library 126 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

Ada sesuatu yang berbeda. “Kenapa, Ma?” tanya Ranu, sedikit heran. Mama Anggun tersenyum tipis. “Kamu… kelihatan lebih baik.” Ranu mengernyit. “Lebih baik?” “Auramu.” Ranu hampir tertawa. “Aura apa lagi, Ma?” Mama Anggun tetap menatapnya. “Entahlah. Lebih ringan. Lebih… hangat.” Ranu menggeleng kecil, lalu berjalan melewati ibunya.
380 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Musuh Tapi Menikah

Musuh Tapi Menikah

"Apa lo hah! ngatain kakak sendiri kecoa bunting, gak sopan tau gak?! Terus itu juga jalan di mana-mana juga pake kaki kali, bukan pakai mata. Oh lo bilang tadi jalan pakai mata kan? Coba lo praktek kin pengen lihat gue kaya apa sih kalau jalan pakai mata?" Skak Mat. Gara kini hanya terdiam, benar juga kata kakaknya. Masa iya jalan pake mata, gimana caranya coba? Kan mata untuk melihat bukan untuk jalan. Aturan tadi Gara bilang kalau jalan tuh lihat-lihat. Itu baru bener. Tapi Gara cuma ikut-ikutan bahasa alay ABG jaman now. Jadi, dia nggak terlalu salah kan?
1030.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Dengan senyum getir, dia menyeka air matanya. “Maaf, Vanya… apa aku membuatmu sakit? Aku hanya terlalu bersemangat. Kamu tahu nggak, aku sudah mencarimu begitu lama. Aku akhirnya menemukanmu.” Aku menatapnya dengan pandangan tenang. “Mencariku… untuk apa?” Rangga tertegun oleh pertanyaanku. Lama dia terdiam, lalu perlahan berkata, “Untuk menikah…”
28.2K viewsCompletedAdded to Library 930 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Terjerat Pesona Model Arogan

Terjerat Pesona Model Arogan

Raungan Panjang Mengandung adegan 21+ Matty menahan kedua pergelangan tangan Fio diatas kepalanya hingga membuat Fio tak berkutik. Dia menelusupkan kepalanya pada ceruk leher Fio meninggalkan jejak kepemilikannya disana. Fio menggigit bibir bawahnya berusaha menahan desahan keluar dari mulutnya. Namun usahanya sia-sia, karena tangan terampil Matty bergerilya menyentuh tiap jengkal permukaan kulit mulusnya. Tiap sentuhan lembut Matty seolah mengirimkan jutaan sengatan listrik keseluruh neuron di otaknya. Nafasnya tersengal-sengal dan tubuhnya menggeliat bak busur panah merasakan sensasi geli dari ujung rambut hingga kakinya. Desahan pelan akhirnya mulai berloncatan keluar dari mulut Fio.
9.922.4K viewsCompletedAdded to Library 830 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Raja Tumbal melotot, kedua biji matanya bagaikan mau loncat dan menerkam Landak Boreh. Anak Muda berwajah maling itu ketakutan. "Jika tak ada musuh di sekitar kita, lantas siapa yang kirimkan sinar merah menurut katamu tadi, hah?!" "Mung... mungkin... mungkin hanya seekor kunang-kunang lewat, Ketua!"
1031.1K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua

mata ular, tajam sekali dengan manik mata yang mengerikan. Mamon…sesaat ragu, tapi ketika menatap wajah Nyi Kunyit, dengan nekat dia pun mematuhi kata-kata wanita jelita ini. Setelah Mamon jongkok, Nyi Kunyit berdiri di depan Mamon…dan, Mamon dengan mata terpejam makin berdebar-debar tak karuan, saat mendengar pelan-pelan Nyi Kunyit singkatkapkan gaun panjangnya dan dia makin bengong, tapi tak berani membuka mata menatap…
9.42.4M viewsCompletedAdded to Library 73.6K Times as mata kunang kunang
Show Reviews (79)
Read
+Library
littlematchstick
lumayan rame ceritanya, namanya cerita bebas dibuat meskipun gak masuk akal, bisa2nya orkay yg duitnya triliunan kalah info sama buronan ??? buronan tahu semua info detail orkay siapa tp orkay kesusahan cari info buronan dimana ??? kocak abisss .........
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

"Cewek warung remang-remang mah lewat, Rot... ini malah kayak bintang film. Kulitnya halus, baunya wangi bunga, bukan bau minyak kayu putih." Jarot makin ngakak, menepuk bahu Ucup dengan tangan yang masih kasar terkena semen. "Halu kau, Cup! Kebanyakan kena panas matahari ya begitu. Ya sudah, makan yang banyak biar nggak makin gila. Aku duluan ya, mandor sudah teriak-teriak."
104.0K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
gumam Mas Wira dengan suara kecil, nyaris tak terdengar olehku. “Kenapa? Ketagihan ya jalan-jalan mengelilingi Jogja sama aku?” tanyaku dengan nada menggoda. “Kalau iya, kenapa?” Aku menepuk pundak Mas Wira. “Nggak lucu!” Mas Wira malah tertawa, tak ada suara tapi badannya terguncang. Emang aneh sekali manusia satu ini. Matahari kali ini begitu terik tapi tak apa, karena langit birunya yang indah seakan menyejukkan rasa panas yang menyengat di kulit.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 147 Times as mata kunang kunang
Read
+Library
Menuju Matahari

Menuju Matahari

“Kau siapa?” “Aku Tanpa Aran.” Alis Nara berkerut. “Kaubilang kau punya pesan penting buatku? Buat kami semua?” “Ya. Akan ada bencana besar. Dan Mataram akan punah. Daripada menunggu nanti-nanti, kalian semua mending mati sekarang!” Nara saling bertatapan dengan Rangga dan Ki Sumendi. Rangga tertawa. “Wong edan!”
9.526.5K viewsCompletedAdded to Library 899 Times as mata kunang kunang
Show Reviews (17)
Read
+Library
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status