Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Cute Spy

My Cute Spy

mataku ada 2, sedangkan huruf yang ku ketik ada ribuan. Selalu ku ingatkan untuk tinggalkan review dan kalau punya germnya juga. Hehehe
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

ucap Ridwan yang tiba-tiba hadir mengejutkan Lili yang sedang memandangi Wandi dari kejauhan. “Eh, Pak Ketua. Biasa aja sih, saya memang suka pakai ini di kampus,” ucap Lili. “Eh, tunggu! Tadi kamu bilang ‘aku cewek’. Memangnya kenapa kalau cewek? Apakah aneh kalau cewek pakai MTB?” tanya Lili. “Hehe.. Sekarang elo ada di mana, coba elo perhatikan! Lihat tuh, cewek-cewek sini tunggangannya roda empat. Takut kulitnya terbakar matahari,”
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

“Nggak papa, Ri. Udah ah, bikin malu aja.” “Ya ampun, nggak jelas banget ini orang.” “Ri, denger ya. Gue nggak suka ngulang-ngulang kalimat. Ok?” “Iya, iya.” “Jadi denger nggak, gue bilang apa tadi?” Matari tertawa. “Enggak….” “Matariiiiii…. Ah, udahlah, Ri…”
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
KUBUAT MADUKU GENDUT

KUBUAT MADUKU GENDUT

RAGIL "Anggur merah yang selalu memabukkan diriku belum seberapa jika dibandingkan dengan senyumanmu. Takotek, kotek dangdut, takotek, kotek, dangdut. Yihaaa!" Aku joget bablas di depan jendela kamar Susi. Sengaja di sini biar dilihat dari dalam. Aku tahu dia pasti lagi tertawa. Soalnya tadi kedengaran meski samar.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Air Mata Maduku

Air Mata Maduku

SAH! Luruh sudah air mataku mendengarnya. Kelegaan yang luar biasa kurasakan saat ini. Aku menghambur ke pelukan mama. Wanita itu memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahku. Setelah itu kami berpelukan erat. Ya, sangat erat. "Bundaaaa !"
9.6291.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya

tegas Andrew. “Ihhhh gakkkk asikkkk, Kak!!! Aku tuh maunya naik motor, bukan siput atau keong, Kak!” seru Metta. “Heh!! Emang siput sama keong ada yang kecepatannya 20 kilo? Gak kan? Udah deh Sayangnya aku gak usah macem-macem!” seru Andrew sambil berusaha terus konsentrasi mengendarai motornya.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
RAHASIA MENANTU IDAMAN

RAHASIA MENANTU IDAMAN

Mata Sintia menembus ke dalam rumah. Tatapannya langsung bertemu dengan pemandangan yang bikin dia tercekat. Kanya. Duduk di karpet. Ngunyah tumisan daging. Santai. Hanya pakai dalaman. “Hi...” sapanya ringan, seolah ini cuma ngobrol antar sahabat. “KALIAN APAAN?! HEH?! KAMU GILA?! MAS, INI APA?! KAMU SIAPA?!”
102.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Mata Anna berbinar, tangan mungilnya ikut mengayun-ayun mengikuti cerita. Lalu ia menekuk lutut sedikit, tangan diangkat ke samping seperti cakar. Ia mengubah suaranya menjadi berat dan serak-serak lucu, seolah menjadi Naga Hujan. "GRRRRR! Siapa kamu manusia kecil?" geramnya, menirukan suara naga dengan ekspresi serius—alis mengerut, mulut maju, dan dagu sedikit terangkat.
9.99.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai mata kunang kunang
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Air Mata Kerinduan

Air Mata Kerinduan

Memikirkan Jeff harus menggunakan mulut…. Aku masih merasa sangat canggung. “Nggak apa-apa, kak. Aku akan pelan-pelan, kamu juga nggak perlu merasa malu. Pejamkan matamu, anggap saja seperti sedang menyusui anakmu.” Ujar Jeff dengan begitu mudah, tapi aku tak sanggup melewati batas mental di hatiku. Terutama saat melihat wajahnya yang tersenyum ramah, aku merasa semakin aneh.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Kakak bilang aku bau?” “Enggak.” “Terus kenapa bilang tetap wangi?” “Ya... maksudku kamu gak bau amis.” Mata Mataya langsung mendelik. “Lah, memangnya aku ikan?” Dante terdiam. Salah lagi. Memang kalau urusan merayu Mataya, mulutnya selalu berhasil memilih kalimat yang paling aneh. “Jelasin, Kak!” cecar Mataya. “Kakak tuh sebenarnya lihat aku kayak apa sih? Ikan, marmut, atau apa?”
1066.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mata kunang kunang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status