Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Patah

Patah

“Sorry fot that. But not for the kiss and hug.” Hah? Ap… apa… apa maksudnya? Tapi Nayara tidak sempat bertanya karena Manggala kadung melangkah cepat meninggalkannya sendirian dengan pernyataan yang … Ah sudahlah. *** [1] Massitge deuseyo (Korea) = Selamat menikmati Bersambung
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Benar kan dugaannya! "Saya beritahu satu hal ya, Ra. Mungkin dulu Om Raga salah. Tapi itu kan dulu. Lagi pula ia tidak seratus persen salah karena ibumu tidak memberitahukan soal kehadiran kamu? Mau sedikit mundur kebelakang? Bilang kalau dulu Om Raga menyuruh ibumu mengakali sendiri saat hamil? Ra, saya beritahu satu hal. Manusia itu terkadang lebih cepat mulutnya yang berbicara daripada otaknya saat ia marah, cemas atau tidak tahu harus berbuat apa. Itu manusiawi. Harusnya yang saat itu sadar yang mengalah. Namanya manusia, pasti ada khilafnya. Jangan sedikit-sedikit sakit hati, dendam. Untuk apa itu semua? Bisa apa emangnya kalau kamu membenci Om Raga? Apa kejadian akan bisa diulang lagi.
1091.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Johnny tertawa, ia mendekati Elenio dan Dhira yang tak menyadari keberadaan mereka. "Ganteng, masih jomblo nggak nih?" goda Jilaine sambil mencolek pundak Elenio. Otomatis anak lelakinya itu menoleh dan siap mendampratnya, namun reaksinya berubah ketika Elenio mendapati bahwa Mamanyalah yang menggodanya barusan. "Mama?" mata Elenio membulat. "Hai, kamu sampai lupa Mama ada ke Indo," Jilaine tersenyum.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Mata Nico membulat sempurna, aura kemarahan terpancar jelas disana. Bugh Bugh Bugh Bugh Nico menghajar pria itu dengan membabi buta, sampai pria itu tidak sadarkan diri. Empat mobil berhenti di samping Nico, beberapa orang keluar menghampiri Nico. Joan meringis melihat banyak orang yang tergeletak. Matanya menatap Nico, pria itu terlihat berantakan, dengan percikan darah yang mengotori bajunya hingga penampilan pria itu lebih pantas disebut psikopat. "Tuan--"
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Gila Karena Penyesalan

Gila Karena Penyesalan

Ketika membuka mata, aku masih tergeletak di lantai yang keras dan dingin. Semua orang mengelilingiku. Ayah, Ibu, Larry, dan Kimmy yang baru berusia lima tahun. Dengan mata panas, aku bertanya pelan, “Kalau aku mati di badai salju hari itu, apakah kalian akan merindukanku?” Tak ada empati di wajah mereka. Hanya kecewa dan jengkel yang tak mereka sembunyikan. “Ayah, aku sudah bilang ‘kan, dia cuma pura-pura pingsan!” Kimmy menunjukku sambil mengadu ke Larry.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Lucky lalu mengusap puncak kepala Laura. Gadis itu hanya diam. Ucapan-ucapan mamanya tempo hari kembali terngiang di pikiran Lucky. "Ingat, ya, Lucky kamu harus membuat dia jatuh cinta sama kamu, kalau sudah begitu, baru kamu sakiti dia, bukan sebaliknya." "Mama mau dia lebih menderita daripada Mama. Mama mau dia tahu bagaimana rasanya dikecewakan oleh pasangan yang amat dicintai."
10910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
CINTAKU TERGADAI

CINTAKU TERGADAI

Satu jarum mulai terpasang di tanganku, dan satu suntikan mulai tertancap di antara punggung dan pinggangku, rasanya begitu ngilu, hingga tersentuh tulang. "Jo, andai kau tau penderitaan ku hari ini, di mana cinta yang kau janjikan?" ucapku lirih, air mataku tergenang. "Calon ibu jangan stres ya, nanti tensi darahnya bisa naik. Kita harus sama-sama semangat," ucap dokter padaku. Dalam keadaan setengah sadar, aku merasakan sayatan di perutku, meski tidak terasa sakit, namun tarikannya begitu kentara.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

METAMORFOSA-2 (DWILOGI)

Benar-benar ujian! “Lo yang sabar, ya. Mungkin setelah ini lo bakalan dapat cowok yang lebih dari Mamat,” hibur Gilang meski dalam hati meronta ingin menggantikan posisi Matheo, tapi terkendala perjodohan sialan itu. “Udah makan?” tanya Gilang, penuh perhatian. Jelita diam dan menggelengkan kepala sebagai jawaban. “Kalau begitu kita makan yuk,” ajak Gilang, tersenyum senang. “Di luar biar enggak bosan.”
9.67.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Mate

Mate

tanya Alfa jahil. Aku mendelik. “Ih, males banget!” “Hati-hati, ntar malah mau banget.” godanya. Aku mencubit perut Alfa, ia mengaduh kesakitan. Aku memeletkan lidahku, sambil bilang ‘rasain!’. ***
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai mata ngilu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status